Indonesia dikenal sebagai salah satu negara tropis yang memiliki beragam jenis buah. Tak hanya mudah ditemukan di pasar dalam negeri, sejumlah buah khas Indonesia juga telah berhasil menembus pasar internasional melalui jalur ekspor.
Potensi tersebut tidak lepas dari kekayaan varietas buah tropis Indonesia serta permintaan dari berbagai negara. Pemerintah pun terus mendorong pengembangan komoditas hortikultura agar buah lokal memiliki daya saing dan semakin luas menjangkau pasar global.
Dari sekian banyak buah Nusantara, ada beberapa yang memiliki kiprah ekspor dan menarik untuk diketahui. Apa saja?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Manggis
Manggis merupakan salah satu buah yang cukup diminati oleh sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab (UAE), Saudi Arabia, dan Kuwait. Selain rasanya manis, buah tersebut juga memiliki khasiat yang cukup baik untuk kesehatan.
Bahkan khasiat kesehatan tidak hanya terdapat dalam buahnya saja. Kulit manggis pun memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Dikutip dari Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat bahwa buah manggis menjadi salah satu komoditas hortikultura dengan volume ekspor tertinggi selama kurun Juli 2023. Negara-negara tujuan ekspor meliputi Cina, Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Hongkong, dan Perancis. Volume ekspor buah manggis mencapai 6,3 ribu ton, dan hal ini membuatnya menduduki peringkat atas.
2. Rambutan
Meskipun bentuknya berbulu, namun buah rambutan memiliki cita rasa yang cukup manis. Rasa manis ini lah yang kerap menghipnotis banyak orang untuk terus mengonsumsi buah tersebut.
Menariknya, cita rasa rambutan tidak hanya mampu menghipnotis para pencinta rambutan di dalam negeri saja. Namun masyarakat global juga kerap menyukai cita rasa dari rambutan Indonesia.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023, terdapat lima negara importir utama rambutan asal Indonesia berdasarkan nilai ekspor terbesar. Amerika Serikat berada di urutan pertama dengan total nilai mencapai US$ 80,043.6. Singapura menyusul dengan US$ 73,339.97, diikuti oleh Uni Emirat Arab, Inggris, dan bahkan Malaysia.
3. Mangga
Dikutip dari CNBC Indonesia, dalam rantai pasok global, Asia menjadi pusat produksi mangga dunia. India memimpin secara signifikan dengan kontribusi sekitar 40% dari total produksi global dan diproyeksikan mencapai 36 juta ton pada 2034.
Selain India, negara seperti China, Indonesia, Pakistan, dan Thailand juga menjadi produsen utama yang berperan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi domestik maupun regional.
Menariknya, secara global nilai pasar mangga diperkirakan terus meningkat dalam jangka menengah. Pasar mangga dunia diproyeksikan mencapai sekitar US$ 70,6 miliar atau sekitar Rp 1.212 triliun (US$1=Rp 17.180) pada 2031, tumbuh dengan CAGR sekitar 3,87% pada periode 2026 hingga 2031.
4. Nanas
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi nanas nasional mencapai 3,21 juta ton, naik 17,3% atau bertambah 474,1 ribu ton dibandingkan 2024. Kenaikan produksi ini sejalan dengan bertambahnya jumlah tanaman nanas yang memasuki masa panen.
Sepanjang 2025, jumlah tanaman yang menghasilkan mencapai 747,22 juta rumpun, meningkat 6,32% atau sekitar 44,45 juta rumpun dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak produksi terjadi pada triwulan II 2025, dengan hasil panen mencapai 844,79 ribu ton dari 593,49 juta rumpun tanaman yang menghasilkan.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN