Martabak Manis Bukan Asli Indonesia, Ini Sejarah dan Topping Ikoniknya

Martabak Manis Bukan Asli Indonesia, Ini Sejarah dan Topping Ikoniknya

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Jumat, 28 Agu 2026 14:30 WIB
Martabak manis
Foto: iStock
Jakarta -

Martabak manis sering kali jadi 'top of mind' saat cari kudapan legit untuk ngemil malam hari. Siapa sangka, martabak manis punya sejarah panjang, jauh sebelum populer seperti sekarang di Indonesia.

Martabak manis identik sebagai kudapan tradisional yang ditemukan di penjual kaki lima. Harganya bervariasi, tergantung dari bahan dan toppingnya.

Menilik sejarahnya, martabak manis ternyata tidak hanya populer di Indonesia, tapi juga negara tetangga. Kamu bisa menemukan kudapan serupa di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, hingga Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebutan 'martabak manis' juga beragam, termasuk apam balik, terang bulan, ban jian kueh, min chiang kueh, dai gau min, chin loong pau, sampai kap biang.

Lantas, dari mana sebenarnya awal mula kreasi martabak manis? Says Malaysia (25/10/2021) mencatat wilayah asal martabak manis rupanya bukan dari negara Asia Tenggara, melainkan dari China, tepatnya provinsi Fujian.

ADVERTISEMENT

Kemunculan martabak manis tidak lepas dari sosok pemimpin militer Dinasti Qing, General Tso Tsung T'ang. Tahun 1855, ia dikirim ke Fujian sebagai pemimpin pasukan tentara untuk melawan para pemberontak.

Saat itu, makanan yang biasa dinikmati warga lokal Fujian dan para tentara adalah roti tipis (flatbread) dengan topping daun bawang dan saus sambal. Namun General Tso melakukan penyesuaian.

Alih-alih pakai daun bawang, ia menggantinya dengan gula pasir dan kacang tanah karena lebih mudah didapat di Fujian. Kudapan eksperimennya ini menyebar dengan cepat di seluruh Fujian.

Cikal bakal martabak manis ini kemudian banyak dijual di sana sebagai jajanan kaki lima. Lalu seiring waktu, para imigran dari Fujian memperkenalkan martabak manis ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Versi cerita lain sejarah asal martabak manis

Dalam unggahan The Tasty World (26/11/2021), terungkap cerita lain soal sejarah asal martabak manis. Mereka mencatat martabak manis berasal dari pulau Bangka Belitung, Indonesia.

Berawal dari para imigran Hoklo atau Hokkien sebagai sosok yang memperkenalkannya. Mereka menamainya hoklo pan.

Resep hoklo pan hanya memakai topping tradisional seperti wijen panggang dan taburan gula pasir. Namun seiring waktu, martabak manis hadir dalam berbagai versi topping.

Martabak manis juga punya penamaan berbeda di Indonesia. Di Pulau Bangka, namanya "Martabak Bangka". Lalu di Bandung, namanya "Martabak Bandung". Konon martabak manis bisa populer di kota kembang usai 'dibawa' orang Bangka bernama Bong Kap Djun.

Ada juga nama lain dari martabak manis di Indonesia, "Terang Bulan". Ini merujuk pada bentuk martabak yang seperti bulan yang terang. Permukaannya memiliki titik-titik dengan lubang kecil dan bersinar layaknya bulan.

Kental manis jadi topping ikonik martabak manis

Meski kini martabak manis hadir dalam berbagai variasi harga, porsi, rasa adonan, hingga topping, tapi ada satu bahan yang hampir selalu dipakai. Bahan itu adalah kental manis yang menjadi toppingnya.

Kental manis biasanya disiramkan di atas olesan mentega atau margarin serta berpadu dengan taburan meses cokelat, parutan keju cheddar, hingga kacang tanah cincang.

Kental manis mampu memberi rasa manis dan creamy yang khas pada martabak manis, sekaligus jadi pelengkap sempurna untuk adonan martabak yang didominasi rasa gurih.

Selain itu, kental manis berfungsi sebagai pemberi kelembapan yang menjaga tekstur permukaan martabak tetap juicy dan lumer di mulut. Ditambah fungsi lain, yaitu perekat antartopping yang 'menempelkan' taburan seperti meses dan kacang agar tidak berjatuhan.

Apa pun versi cerita asal-usulnya, martabak manis telah menjadi bagian dari kuliner yang dicintai banyak orang Indonesia.

Nah, agar cita rasanya semakin lengkap, jangan lupa tambahkan Frisian Flag Creamy Kental Manis bersama topping favorit martabak lainnya untuk menciptakan sensasi nikmat, creamy, dan lumer di setiap gigitan!

(adr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads