Indonesia kaya akan ragam pangan lokal yang tak cuma lezat, tapi juga kaya nutrisi. Mulai dari olahan kelor, sagu, umbi-umbian, hingga rempah herba daerah, potensi kuliner berbasis bahan lokal terbukti ampuh menyokong gizi masyarakat sekaligus mencegah masalah kesehatan seperti stunting.
Potensi pangan lokal dari berbagai daerah di Indonesia tidak hanya lezat, tetapi juga menyimpan manfaat kesehatan yang luar biasa. Inovasi kuliner lokal saat ini tak lagi sebatas mempertahankan cita rasa tradisional, melainkan juga menjawab tantangan gizi modern. Banyak daerah mulai mengkreasikan bahan pangan setempat menjadi produk siap konsumsi yang kaya nutrisi.
Kreativitas mengolah bahan lokal menjadi hidangan sehat inilah yang menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan pangan sekaligus gaya hidup sehat berbasis komunitas. Kreativitas itu pun dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang melihat dan mendengarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, kesempatan untuk mengangkat kiprah para inovator pangan berbahan lokal tidak boleh dilewatkan. Apalagi, peluang itu terbuka lebar lewat gelaran DPD RI Awards 2026.
Ajang penghargaan ini digagas oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk memajukan daerah, termasuk mengapresiasi terobosan masyarakat dan UMKM dalam menjaga ketahanan pangan serta gizi lokal.
Inovasi olahan pangan lokal yang didaftarkan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mengatasi isu gizi, seperti penanganan stunting, pemanfaatan bahan pangan alami setempat, hingga penyediaan menu sehat terjangkau bagi warga daerah.
"Melalui DPD RI Awards 2026, DPD RI berharap semakin banyak sosok yang telah bekerja dan berkarya bagi masyarakat mendapatkan apresiasi sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," tulis keterangan resmi DPD, dikutip Jumat (14/8/2026).
Adapun 4 Kategori DPD RI Awards 2026 meliputi:
1. Inovator Teknologi Kesehatan
Dari empat kategori DPD RI Awards 2026, salah satunya secara khusus memberikan ruang bagi inovasi di bidang kesehatan, yakni Inovator Teknologi Kesehatan.
Penghargaan ini ditujukan kepada individu, profesional, maupun akademisi yang menghasilkan inovasi kesehatan melalui riset klinis ataupun laboratorium. Inovasi tersebut dapat mencakup penemuan obat, terapi, maupun alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Diberikan kepada individu, profesional atau akademisi yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas DPD RI.
2. Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah
Selanjutnya ada kategori Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal serta memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.
"Penghargaan diberikan kepada Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat," tulis DPD RI.
3. Penggerak Desa Mandiri Pangan
Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan ditujukan kepada penggerak yang mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
4. Pelestari Budaya Daerah
Kategori selanjutnya ada Pelestari Budaya Daerah. Penghargaan diberikan kepada individu yang memiliki inovasi dalam mengembangkan dan melestarikan budaya daerah serta aktif mempromosikannya di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengatakan DPD Awards menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada figur inspiratif dari berbagai daerah yang selama ini bekerja dan memberikan kontribusi nyata, tetapi belum banyak mendapat sorotan di tingkat nasional.
"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," ucap Sultan dalam DPD Awards tahun 2025 lalu.
Menurut Sultan, penghargaan tersebut juga menjadi cerminan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan DPD RI di tingkat pusat. Sebagai representasi daerah, anggota DPD RI membawa suara masyarakat agar turut hadir dalam kebijakan nasional.
Ia menilai masih banyak tokoh masyarakat yang menjadi penggerak perubahan dan kemajuan daerah di berbagai sektor strategis, tetapi belum memperoleh apresiasi yang memadai.
"Beberapa kategori pantas diberikan kepada orang daerah atau tokoh-tokoh daerah yang memang kontribusinya cukup signifikan," katanya.
Jika daerahmu memiliki inovasi olahan bahan pangan lokal sehat seperti produk pencegah stunting, olahan herba daerah, hingga pangan bernutrisi tinggi saatnya membawanya ke tingkat nasional melalui DPD RI Awards melalui formulir di laman resmi http://awards.dpd.go.id. Pendaftaran dibuka hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
(anl/ega)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN