Kenduri Nusantara Berlangsung Meriah

Kenduri Nusantara Berlangsung Meriah

- detikFood
Selasa, 27 Nov 2007 10:25 WIB
Jakarta - Walaupun terik menyengat, para pengunjung Adira Kenduri Kuliner Nusantara tetap antusias mengunjungi aneka stand yang menggelar beragam hidangan nusantara. Tak hanya gabus pucung, papeda, dan sangu tutug oncom tetapi juga ada aneka tarian dan permainan tradisional.

Acara kendurian yang digelar hari Sabtu dan Minggu (25 & 26 November 2007) lalu, ternyata berhasil menyedot ratusan pengunjung. Rupanya, para pengunjung pun tampak penasaran dengan KKN yang digelar oleh Adira Finance dan milis Jalansutra ini. KKN yang dimaksud tentu saja Kenduri Kuliner Nusantara loh bukan KKN yang lain. Lebih tepatnya acara ini berupa food bazar yang menampilkan aneka masakan nusantara dari Aceh hingga Papua.

Dibuka dari pukul 9 pagi, acara bakar sate untuk pencatatan rekor MURI 'Pembakar Sate Terlama' pun dimulai. Secara bergantian para volunteer yang berasal dari masyarakat umum ataupun anggota milis Jalansutra, mengipas sate. Sementara itu, para pengunjung mengantri tiket seharga Rp 20.000,- yang sebagian akan disumbangkan untuk Yayasan Kemanusiaan Increso. Sedangkan untuk membeli makanan, pengunjung dikenakan sistem kupon yang dapat dibeli di pintu masuk ataupun di dalam arena pameran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dekat pintu masuk, si tenda Adira yang berwarna kuning mencolok ramai dipadati pengunjung. Wah, tampaknya Mas Bondan Winarno, Erry Riayana (wakil ketua KPK dan milis Jalansutra), dan Stanley S. Atmaja (CEO Adira) sedang bersiap-siap untuk melakukan demo masak. Hmm... pantas saja para penonton menjadi riuh, rupanya tak sabar menyaksikan sang 'makyuss' beraksi.

Di stand Yougwa, dijual aneka hidangan khas Papua. Peminat hidangan ini cukup banyak terutama yang ingin mencicipi papeda yang merupakan sagu yang jadi makanan utama orang Papua. Sementara stand β€˜Minoel’ dijual makanan Betawi yang langka, yaitu sayur bebanci. Di stand lain gabus pucung, yang merupakan makanan khas Betawi langka alias jarang ditemui hingga es selendang mayang yang manis. Di stand Rumah Aceh, pengunjung pun antre membeli ayam tsunami, mi Aceh dan roti cane yang disiram kari kambing. Di stand Warung Selera Acil Inun’s, yang menyajikan makanankhas Kalimantan Timue, pengunjung juga berjejalan membeli Gangan Asan Tangkar, Sambel Goreng Kerang hingga Jukut Palumara.

Sejumlah hidangan unik lainnya juga diserbu pengunjung seperti sate jamur khas Banyumas, lontong kupang dan rujak cingur dari Jawa Timur dan tempe mendoan dari Jawa Tengah. Jamur yang dikenal berprotein dan daya cerna yang tinggi dibumbui seperti sate dan disajikan dengan saus kacang. "Jamur yang dipakai membuat sate ini jamur tiram putih, merang dan jamur kuping. Di Jakarta belum ada, baru ada di Purwokerto saja," jelas penjual stand Banyumas ini.

Tak hanya pesta kuliner, aneka permainan tradisional pun digelar selama dua hari penuh lamanya. Ada permainan gasing dari berbagai daerah di tanah air. Gasing sebesar kendi dari Bangka Belitung, gasing yangΒ  bermahkota ondel-ondel dari Betawi dan gasing-gasing lain yang tak kalah menarik. Gasing yang merupakan koleksi pencinta gasing nusantara ini bisa dimainkan oleh pengunjung. Di dekat pintu masuk juga digelar pameran kopi dari kopi Sabani. Dilengkapi pameran aneka biji kopi dan kesempatan untuk mencicipi kopi dengan bimbingan ahli kopi. Teh putih dari Sari Wangi juga dipamerkan lengkap dengan petunjuk cara menyeduhnya. Tak ketinggalan aneka jenis teh dari dalam dan luar negeri juga dipamerkan oleh pencinta teh dari milis Jalansutra. (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads