Pastry mini seperti financier kelor dan quiche soto ayam bisa jadi ide menu pendamping kopi. Peluang ini cocok untuk mendongkrak penjualan bisnis kuliner.
Di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku yang terus membayangi industri kuliner, pelaku usaha makanan dan minuman dituntut semakin kreatif.
Menjawab kebutuhan tersebut, Indomilk FnB Solutions menggelar Indomilk Bakepreneur Roadshow bertajuk The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program edukasi dan pengembangan bisnis ini resmi dimulai di Hotel Indigo Bandung dan akan berlanjut ke Bali, Semarang, Medan, serta Surabaya.
Indomilk FnB Solutions membuka roadshow pertama di Hotel Indigo Bandung. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Kegiatan ini dirancang untuk membantu chef, baker, pelaku hotel, kafe, hingga usaha kuliner dalam menciptakan inovasi menu yang relevan dengan tren pasar sekaligus mengoptimalkan peluang bisnis.
Menurut General Manager Cold Chain PT Indolakto, Adryan Widodo, tren konsumsi kopi yang tetap kuat di Indonesia menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kuliner.
Berdasarkan survei Jakpat 2025, sebanyak 46% masyarakat Indonesia tercatat sebagai konsumen kopi harian.
"Melalui roadshow di 5 kota ini, Indomilk FnB Solutions ingin mendampingi pelaku F&B mengoptimalkan momentum tersebut secara komersial lewat strategi coffee pairing dan kreasi bite-sized pastry yang aplikatif," ujar Adryan saat ditemui dalam roadshow pertama di Hotel Indigo Bandung (13/6).
Dalam roadshow ini, konsep curated bite-sized pastry atau pastry mini menjadi sorotan utama.
Menu berukuran kecil tersebut dinilai mampu melengkapi pengalaman menikmati kopi sekaligus membuka peluang upselling bagi bisnis hotel, restoran, dan kafe.
Pastry mini buatan chef Louis Tanuhadi. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Guest Pastry Chef sekaligus President Indonesia Pastry and Bakery Society, Chef Louis Tanuhadi, menilai pelaku industri harus mampu menciptakan diferensiasi menu tanpa bergantung pada bahan baku impor yang semakin mahal.
"Kualitas produk kuliner tidak hanya ditentukan oleh bahan baku mahal, tetapi juga teknik pengolahan yang tepat," ujar chef Luois Tanuadi.
"Industri pastry dan bakery Indonesia memiliki kemampuan menghasilkan produk kelas dunia dengan biaya produksi yang lebih efisien melalui pemanfaatan bahan lokal berkualitas," lanjut chef Louis.
Sebagai kota pembuka, Bandung dipilih karena dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan industri kuliner di Indonesia.
Kreasi unik quiche soto ayam dan bandrek eclair. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Dalam sesi demonstrasi, Chef Louis menghadirkan berbagai kreasi pastry seperti Lemon Raspberry Madeleine, Orange Cacao Spice Bread, Tiramichoux, hingga Chocolate Sablé Cookie Caramel.
Tak hanya menu bergaya internasional, sejumlah kreasi dengan sentuhan lokal juga diperkenalkan. Salah satu yang menarik perhatian adalah Gluten-Free Moringa Financier berbahan daun kelor.
Selain itu, ada juga Quiche Soto Ayam dengan tekstur yang lembut dan dengan isian kondimen pada soto ayam, seperti kubis, toge, suun, dan ayam.
Tak kalah unik ada Bandrek Éclair yang memberingan pengalaman berbeda. Terasa sentuhan hangat khas jahe dan berpadu dengan cokelat sebagai toppingnya.
Seluruh sajian tersebut dipadukan dengan racikan kopi dari barista lokal Bandung. Kolaborasi ini juga mendapat sambutan positif dari Hotel Indigo Bandung.
Executive Chef Hotel Indigo Bandung, Sydney De Hart, menyebut program ini menjadi kesempatan berharga untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih kaya sekaligus memperkuat identitas lokal hotel.
Chef Sydney juga turut menyajikan hidangan yang terinspirasi dari kekayaan kuliner sekitar, seperti Creamy jagung Bakar Soup yang mengadopsi jagung bakar khas Dago.
Ada juga Tahu Brulee Bandung yang terinspirasi dari Tahu Susu Cihuni. Menurutnya kedua hidangan ini merepresentasikan karakter Bandung.
Tahu brulee buatan chef Sydney. Foto: detikcom/Riska Fitria |
"Penggunaan Australian Butter Multi Purpose membantu menghadirkan kualitas rasa sesuai standar hotel bintang lima sekaligus mendukung kolaborasi kami dengan Guest Pastry Chef," tutur chef Sydney.
Selain menghadirkan inspirasi menu, Indomilk FnB Solutions berharap dapat menjadi mitra bisnis yang menyediakan solusi menyeluruh bagi pelaku industri makanan dan minuman.
Produk-produk dairy seperti Australian Butter Baking Unsalted, Indomilk Good Milk UHT, Fresh Milk, dan Indomilk Susu Bubuk Full Cream menjadi bagian dari solusi yang ditawarkan untuk membantu menjaga kualitas produk sekaligus efisiensi biaya produksi.
Trade Marketing Food Service Manager PT Indolakto, Prita Utami Maheswari, mengatakan bahwa kebutuhan industri saat ini tidak hanya sebatas bahan baku berkualitas, tetapi juga solusi yang mampu menjaga konsistensi hasil produksi.
"Kombinasi produk esensial dari Indomilk FnB Solutions seperti Australian Butter Baking, Indomilk Good Milk UHT, dan Indomilk Susu Bubuk Full Cream kini menjadi andalan para pengusaha bakery," tutur Prita Utami Maheswari.
Lebih lanjut, Prita Utami juga menegaskan bahwa produk dari Indomilk FnB Solutions tersebut tepat untuk stabilitas adonan dan menjaga konsistensi rasa premium, sekaligus mengamankan efisiensi biaya produksi.





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN