Sosok penjual makanan legendaris yang tutup usia menuai perhatian pembaca. Ada juga rekomendasi kulineran seharian di Sukabumi hingga kafe hutan pinus di Bandung.
Banyak penjual makanan legendaris di Indonesia yang kini tinggal kenangan. Namun racikan menu dan kisah perjuangan mereka masih membekas di hati pelanggan setia. Walaupun raga mereka telah tiada, banyak pelanggan setianya tak bisa 'move on' dari makanan yang pernah dijajakannya.
Sukabumi kembali jadi destinasi favorit untuk short escape, terutama bagi wisatawan dari Jakarta dan Bogor yang ingin menikmati udara sejuk sekaligus wisata kuliner. Kalau mau jalan-jalan seharian di kota ini, ada beberapa tempat yang sayang dilewatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandung menawarkan banyak kafe dengan konsep alam terbuka yang banyak digemari wisatawan. Salah satunya deretan kafe dengan pemandangan hutan pinus yang hijau. Nuansanya yang sejuk semakin melengkapi kenyamanan berkunjung di kafe-kafe ini.
Berikut ini berita terpopuler detikfood yang menarik perhatian pembaca kemarin (17/5/2026):
Men Jinggo tutup usia Foto: Instagram |
1. Kenangan Penjual Makanan Legendaris
Tak hanya makanan yang disajikan, tempat makan legendaris juga meninggalkan kenangan bagi pemilik maupun pelanggannya. Tak heran ada ikatan kuat yang bahkan sampai membuat pelanggan setianya sedih ketika pemilik tempat makannya meninggal dunia.
Salah satunya Mbah Lindu, penjual gudeg ikonik di Yogyakarta yang meninggal pada 2020 dalam usia hampir 100 tahun. Selama lebih dari 80 tahun, ia setia menjajakan gudeg dengan cita rasa khas.
Selain Mbah Lindu, ada juga sosok Pak Sadi, pendiri Soto Ayam Ambengan yang terkenal sejak 1971. Pak Sadi meninggal pada Februari 2024, tapi warisan kulinernya tetap dikenang sebagai salah satu soto ayam paling populer di Indonesia.
2. One Day Trip Kulineran di Sukabumi
Kini akses menuju kota Sukabumi semakin mudah berkat kereta lokal dari Bogor ke Sukabumi. Hal tersebut membuat banyak orang Jakarta, Bogor, dan sekitarnya mulai berdatangan ke Sukabumi untuk short escape.
Baik dengan alasan menikmati suasana alam yang lebih sejuk, maupun sekadar kulineran. Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Bubur Ayam Odeon, tempat ini bisa menjadi destinasi sarapan setiba di Sukabumi.
Selain itu, ada juga Kopi Ncek Tjoe Tie yang menawarkan suasana klasik tempo dulu. Perjalanan kuliner di Sukabumi terasa belum lengkap tanpa membeli mochi legendaris sebagai oleh-oleh.
Mochi A Yani yang sudah eksis sejak 1970-an menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Teksturnya yang kenyal dengan isian kacang yang manis dan padat membuat para wisatawan tak mau ketinggalan membelinya sebagai buah tangan.
Kafe nuansa pohon pinus di Bandung. Foto: Instagram/@limasegidipinus |
3. Kafe Nuansa Hutan Pinus di Bandung
Berada di kawasan hutan pinus dengan udara dingin khas pegunungan, deretan kafe di Bandung menawarkan suasana tenang sekaligus spot foto Instagramable. Lokasinya banyak tersebar di Lembang dan Dago yang cuacanya lebih sejuk.
Salah satunya Limasegi Dipinus Coffee Cikole Lembang yang mengusung konsep glass house di tengah pepohonan pinus. Selain itu ada juga
Kopi_Tahura di kawasan Dago Pakar yang menawarkan area duduk outdoor dengan nuansa hutan yang asri.
Selain menikmati kopi dan makanan hangat, pengunjung biasanya datang untuk menikmati suasana. Banyak kafe di kawasan hutan pinus juga menghadirkan area outdoor, lampu temaram, hingga dekorasi kayu yang membuat suasana terasa hangat dan nyaman.
Simak Video "Video Rekomendasi Tempat Makan Durian Sambil Menikmati Pemandangan Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN