Mengunjungi Indonesia, Runner-up MasterChef Australia seri ke-17, Callum Hann mencoba pengalaman coffee cupping biji kopi lokal. Ia disuguhi biji kopi dari Kintamani hingga Argopuro.
Kedutaan Besar Australia menggelar program 'Taste of Australia (ToA)' yang merupakan bentuk kampanye diplomasi kuliner untuk memperkenalkan budaya kuliner Australia ke Indonesia.
Program tersebut berlangsung mulai 4-7 Februari 2026. Salah satunya kegiatannya adalah mengajak chef Callum Hann, runner-up MasterChef Australia musim ke-2, untuk mencoba pengalaman coffee cupping biji kopi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Coffee cupping yang diadakan di Kopi Kalyan kawasan Cikajang, Jakarta Selatan (5/2) ini menyediakan 8 biji kopi lokal. Mulai dari Manggarai, Kintamani, hingga Argopuro.
Berikut sejumlah pengalaman menarik Callum Hann saat cupping biji kopi lokal Indonesia:
1. Tertarik dengan Biji Kopi asal Manggarai dan Karo
Runner-up MasterChef Australia Callum Hann Naksir Biji Kopi Manggarai dan Karo. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Aneka biji kopi lokal diproses dengan berbagai metode, seperti Honey Process, Natural, Washed, dan Fermentasi. Chef Callum mengatakan ini pengalaman pertama baginya.
Dengan didampingi pemilik Kopi Kalyan, yakni Iman Kusumaputra, Annie Gabel, Putri Yulandari, dan Abubakar Dihya, chef Callum tampak antusias dengan karakteristik biji kopi Indonesia.
Dari 8 jenis biji kopi, chef Callum mengaku lebih menyukai aroma serta rasa biji kopi dari Manggarai dan Karo. Ia terkesan dengan cita rasa biji kopi Indonesia yang beragam.
"Ada yang bold, manis, cokelat, dan citrus, ini rasanya berbeda-beda. Hal ini mendeskripsikan banyak pulau dan keberagaman di Indonesia," tuturnya.
2. Lebih Suka Biji Kopi Arabika
Runner-up MasterChef Australia Callum Hann saat melakukan coffee cupping di Kopi Kalyan. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Lebih lanjut, chef yang telah mengikuti ajang MasterChef Australia sebanyak 4 kali ini mengatakan sesi coffee cupping ini menjadi hal yang menarik baginya.
Chef Callum juga mengaku tertarik dengan biji kopi arabika yang diproses secara wet process dan diinfus dengan bunga osmanthus.
"Hasilnya, kopi ini punya karakter rasa yang dominan fruity dengan sentuhan yang mirip teh. Aromanya wangi banget dan rasanya enak," tutur chef sekaligus presenter TV kelahiran Australia Selatan itu.
3. Biji Kopi Indonesia jadi Favorit di Australia
Biji Kopi Manggarai. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Melihat keberagaman kopi Indonesia, chef Callum mengaku tak heran jika kopi Indonesia menjadi favorit di negara asalnya.
"Saya tidak berpikir ini soal kompetisi, karena di Australia kami sudah banyak menggunakan kopi Indonesia," ujar Callum Hann saat diwawancarai.
Ia menjelaskan Australia memiliki budaya minum kopi yang kuat, tapi bukan negara penghasil kopi. Produksi kopi di Australia masih bersifat hobi dan belum komersial.
4. Budaya Kopi dan Pengalaman yang Jadi Nilai Utama
Runner-up MasterChef Australia Callum Hann saat coffee cupping di Kopi Kalyan. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Bagi chef Callum, kekuatan kopi bukan hanya pada bijinya, tetapi juga pada budaya penyajiannya. Ia menekankan pengalaman minum kopi sebagai bagian penting dari budaya kopi.
"Tak hanya kopinya, tapi cara kami menyajikan, perasaan, dan pengalaman saat menikmati kopi," kata Callum.
Ia menyebut Indonesia punya keunggulan karena mampu mengontrol seluruh proses kopi. Mulai dari budidaya, pengolahan, hingga karakter rasa bisa dikembangkan secara utuh.
Simak Video "Resep Kue Sagu dengan Macadamia"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN