Warong Nasi Pariaman resmi terakhir beroperasi hari ini. Salah satu pelanggan menyebut penutupannya karena harga sewa mahal.
Penutupan Warong Nasi Pariaman yang legendaris di Singapura membuat banyak foodies terkejut. Apalagi pelanggan setianya yang merupakan warga lokal Singapura.
Salah satunya Muhammad Ridwan, yang ditemui tim detikFood di depan Warong Nasi Pariaman pada Jumat (30/1/2026). Kami sedikit berbincang dengan Ridwan yang ternyata merupakan pelanggan setia di sini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah coba 4 kali. Kali pertama antre panjang tidak dapat rendang dan ikan balado. Kali kedua masih tidak dapat. Ketiga sudah dapat ikan balado, tapi rendangnya tidak. Alhamdulillah hari ini Allah memberi rezeki, saya bisa dapat rendang di sini," ujarnya kepada tim detikFood.
Baca juga: Makan Nasi Padang di Singapura, Totalnya Hampir Setengah Juta!
Pelanggan setia Warong Nasi Pariaman sedih gegara kabar penutupan tempat makan ini. Foto: Tim detikfood |
Ridwan juga menyampaikan bahwa ia sudah berlangganan di sini sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Kedatangannya pertama kali ke Warong Nasi Pariaman ialah bersama ibunya.
Rendang di Warong Nasi Pariaman diakui Ridwan sebagai rendang terbaik dan paling otentik di Singapura. Ridwan menyebut dapat membandingkan dengan 10 warung nasi Padang lain, tetapi ia tak bisa menemukan rendang yang lebih mirip dengan rendang Indonesia di warung makan lain.
"Kalau di sini rendangnya itu kering, gaya Indonesia. Tidak seperti kebanyakan tempat yang rendangnya lebih cenderung rendang Malaysia, basah. Saya pernah sekali dapat rendang yang agak hangus. Justru itu semakin enak, warnanya makin pekat, rasanya kuat, dan ada (tekstur) garingnya," lanjut Ridwan.
Ia yang telah jatuh hati dengan Warong Nasi Pariaman mengaku sedih atas keputusan pemilik menutup warung tersebut. Menurut informasi yang dituturkan Ridwan, Warong Nasi Pariaman tutup karena alasan sewa yang semakin mahal.
Konon penutupannya disebabkan karena harga sewa yang semakin mahal. Foto: Tim detikFood |
"Di Singapura itu sewa bangunan itu dikuasai segelintir orang saja. Setiap waktu harga sewanya terus naik dan makin mahal. Makanya banyak bisnis tutup, termasuk Warong Nasi Pariaman ini. (Saya merasa) Sedih sekali karena kalau makan di sini rasanya nostalgia," ujar Ridwan.
Saat berbincang bersama tim detikFood, Ridwan juga menyebut mendengar isu bahwa Warong Nasi Pariaman mungkin saja akan muncul dalam cara yang baru. Bukan dalam bentuk warung makan, melainkan usaha rumahan yang minim harga sewa. Namun rencana perubahan bisnis itu juga belum dapat dikonfirmasi sepenuhnya.
Tim detikFood telah mencoba menyambangi Warong Nasi Pariaman sejak Rabu, (28/1/2026). Namun tidak ada pemilik atau perwakilan warung yang angkat suara tentang alasan jelas penutupan Warong Nasi Pariaman. Hingga saat ini keputusan untuk tutup pada Sabtu, (31/1/2026) juga belum berubah. Warong Nasi Pariaman resmi menjadikan hari ini sebagai hari terakhir beroperasi.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN