Berhasil datang ke Warong Nasi Pariaman sebelum tutup, tim detikFood memesan beberapa menu andalannya. Ayam gulai hingga rendangnya patut diapresiasi!
Datang ke Singapura, tim detikFood menyasar kesempatan untuk makan di Warong Nasi Pariaman sebelum tutup permanen. Kabarnya yang heboh membuat kami penasaran sampai rela antre sejak pagi hari.
Kami menghabiskan waktu hampir 1 jam untuk bisa mencicipi deretan menu di warung nasi Padang di Kampong Glam ini. Antrean yang mengular harus ditempuh dengan sabar demi makanan enak yang menanti di depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lauk pauk yang dihadirkan di sini disusun langsung pada etalase kaca. Saat akan memesan, pelanggan tinggal menunjuk menu yang diinginkan kepada pelayan untuk diambil dan diletakkan ke dalam piring berisi nasi putih.
Baca juga: Hampir 1 Jam! Ikutan Antre Nasi Padang Tertua di Singapura Sebelum Tutup
Ada sekitar 22 lauk yang dijajakan di etalase. Deretan tersebut belum termasuk sebagian lainnya yang masih dimasak. Foto: Tim detikFood |
Varian Lauk Beragam
Tim detikFood sempat kebingungan memilih menu karena pilihannya yang variatif. Kami melihat ada 22 lauk pauk yang disusun pada etalase bertingkat tiga.
Namun karena kondisi masih pagi, dan baru 30 menit sejak buka, ada beberapa lauk pauk yang bahkan belum selesai disajikan. Salah satunya Ayam Bakar Lemak yang sudah ditanyakan oleh banyak pelanggan.
Begitu pula dengan menu sotong yang sebenarnya menjadi andalan di sini, tetapi belum sempat disiapkan ketika kami datang sekitar pukul 08.00 pagi waktu Singapura. Beberapa pelanggan bahkan harus antre dan memesan menu yang mereka inginkan.
Menu-menu tersebut terdiri dari sayuran, telur, ayam, daging, hingga bagian paru sapi. Semuanya bisa langsung ditunjuk dan dipesan sesuai selera pelanggan.
Seporsi nasinya sudah dilengkapi dua jenis sayur yang bisa dipilih, salah satunya sayur nangka khas nasi padang di Indonesia. Foto: Tim detikfood |
Sayur Pelengkap khas Nasi Padang
Khusus menu sayur, ada beberapa jenis yang dihadirkan di sini. Ialah tumis tauge, terong goreng yang diberi sambal, acar timun, sayur nangka, serta sambal goreng. Untuk seporsi nasi dan dua jenis sayur dibanderol 5.00 Dolar Singapura (Rp 66.200)
Sayur nangka, sambal goreng, dan acar menjadi menu sayuran pelengkap yang paling banyak dipesan. Perpaduan tiga menu sayuran ini juga yang dicicipi oleh tim detikFood.
Sayur nangkanya empuk dan tidak keras. Rasanya mirip seperti sayur nangka pada nasi Padang di Indonesia tetapi dalam versi bumbunya yang lebih lembut serta tidak terlalu kuat rempahnya. Masih ada aroma dan rasa nangka asli yang tipis terasa pada suapannya.
Sementara untuk menu sambal gorengnya berisi potongan buncis, tahu, dan tempe. Komposisi tersebut dimasak dengan sambal balado yang ditumis. Rasanya manis gurih diikuti dengan rasa pedas di akhir yang terasa meningkat secara perlahan.
Jika ingin sayur pelengkap yang lebih segar, bisa memilih acar. Timun yang dipotong dengan bumbu kuning dan diacar ini disajikan dengan rasa yang lebih seimbang.
Sebagai pelengkap ada juga perkedel atau bergidil yang bisa dipesan. Tekstur kentangnya masih kasar dengan irisan daun bawang serta rasa gurih yang tipis.
Kami mencoba tiga jenis lauk andalannya, seperti Ayam Gulai, Ikan Bakar, hingga Rendang. Foto: Tim detikfood |
3 Menu Andalan yang Bikin Nagih
Jika makan nasi Padang, rasanya sayang untuk melewatkan ayam gulai, ikan, dan rendang. Sebab tak menemukan sotong pada etalase, kami memutuskan cicip 3 menu tersebut.
Tekstur lauk pauknya yang empuk patut diapresiasi, begitu pula dengan bumbunya yang meresap sampai ke dalam. Potongan ayam gulainya besar, satu ekor ayam dibagi empat dipatok 7.00 Dolar Singapura (Rp 92.700)
Daging ayamnya empuk, bahkan cukup ditekan dengan sendok untuk membuat potongan ayamnya hancur. Sementara rasa gulainya sendiri gurih creamy dari santan yang kental, sedikit ada sentuhan manis, dengan rasa pedas yang muncul di akhir tetapi tak menohok.
Pada menu ikan bakar seharga 8.50 Dolar Singapura (Rp 112.600), Warong Nasi Pariaman menyajikan ikan kembung yang dimarinasi dengan bumbu kuning dan dibakar setengah kering. Di atasnya kucuri kecap manis dengan irisan bawang bombay merah serta cabai.
Daging ikannya lembut dan menyerap bumbu sampai ke dalam. Ikannya terasa segar, terutama pada bagian-bagian yang agak lebih banyak lemak seperti perut dan dekat kepala.
Rendang yang disajikan oleh Warong Nasi Pariaman tak kalah enak. Warnanya kecokelatan dengan kuahnya yang kering dan rasa rempah yang kuat, harganya dibanderol 5.50 Dolar Singapura (Rp 72.800)
Dagingnya empuk tanpa otot atau bagian urat keras. Rasanya hampir mirip dengan rendah Indonesia, hanya saja jejak kelapa sangrai terasa dominan pada setiap suapan rendangnya.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN