Penasaran dengan Warong Nasi Pariaman yang viral karena bakal tutup, tim detikFood langsung menyambanginya. Waktu hampir 1 jam kami habiskan hanya untuk antre.
Masifnya kabar warung nasi padang tertua di Singapura yang hendak tutup setelah 78 tahun berjualan, membuat tim detikFood penasaran. Kami pun menyambangi langsung Warong Nasi Pariaman yang tengah viral tersebut.
Pada Kamis (29/1/2026) kami tiba di kawasan Kampung Glam pukul 08.08 waktu Singapura. Ternyata warung makan yang baru buka pukul 07.30 tersebut telah ramai pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrean panjang sudah bisa terlihat jelas, bahkan dari seberang North Bridge Road. Setelah semakin dekat dengan warung yang berada pada posisi hook ini, ternyata ada dua antrean yang dipecah.
Tepat pukul 08.08 waktu Singapura, tim detikFood sudah ikut antre di Warong Nasi Pariaman. Foto: Tim detikFood |
Antrean untuk makan di tempat memenuhi sisi kasir paling depan hingga ke tepi Jalan Kandahar. Sementara pada antrean bungkus atau Take Away mengular sampai ke tepi jalan North Bridge.
Fokus pelanggan dalam antrean juga terpecah. Sebab selain harus mengantre untuk bisa memesan makanan, pelanggan juga harus dengan sigap mencari meja dan tempat duduk yang kosong.
Pada 08.44 waktu Singapura kami baru sampai pada depan etalase lauk. Dilanjut dengan memilih lauk pauk yang dibantu oleh para pelayan di Warong Nasi Pariaman.
Seharusnya alur makan di sini ialah antre, memesan lauk, membayarnya, baru duduk untuk makan. Sementara, karena pelanggan yang padat, kami diarahkan untuk langsung mencari meja dan membayar setelah makan saja.
Butuh waktu 1 jam bagi kami untuk mendapatkan makanan dan tempat duduk. Foto: Tim detikfood |
Untuk mendapatkan meja sendiri memerlukan waktu sekitar 14 menit. Kami baru mulai makan pada 08.58 waktu Singapura.
Saat kami mulai makan pun, antrean pelanggan baru terus berdatangan. Beberapa orang yang datang dengan kendaraan menyuruh salah satu perwakilan rombongan untuk antre memesan makanan dan mencari duduk, sementara lainnya memarkirkan kendaraan tak jauh dari Warong Nasi Pariaman.
Tim detikFood kemudian mencicipi beberapa menu yang telah dipesan sebelumnya. Sekitar pukul 09.50 waktu Singapura kami selesai makan dan memberikan tempat duduk untuk pelanggan setelahnya yang belum mendapat meja makan.
Namun pada saat yang sama antrean untuk bungkus atau Take Away justru semakin panjang. Adapun pelanggan yang datang didominasi oleh warga sekitar yang memang sudah berlangganan dengan Warong Nasi Pariaman.
Jika ditotal, durasi sejak kami datang hingga mendapatkan makanan dan bisa duduk di sini sekitar 50 menit. Pergerakan pelayan yang gesit melayani pelanggan menjadi salah satu alasan antrean yang mengular bisa diatasi kurang dari 1 jam!
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN