Warong Nasi Pariaman yang hendak tutup makin diserbu pelanggan. Jelang hari penutupan, antreannya semakin mengular panjang sejak pagi hari.
Ramai disoroti sebuah warung makan padang di Singapura usai mengumumkan penutupannya. Kabar tersebut membuat pelanggannya heboh karena warung ini sudah berdiri sejak 1948.
Warung nasi padang ini sampai dianggap sebagai salah satu warisan budaya yang layak dipertahankan. Pejabat Menteri yang bertanggung jawab atas Urusan Muslim Singapura, Faishal Ibrahim, sampai turun tangan untuk berusaha mempertahankan warung nasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata menjelang penutupannya, Warong Nasi Pariaman justru semakin ramai pengunjung. Menurut pantauan detikFood (29/1/2026), warung makan ini telah dipadati sejak pagi hari.
Baca juga: Resmi Tutup! Kisah Akhir Warung Padang Tertua di Singapura Sejak 1948
Kondisi Warong Nasi Pariaman, Kamis (29/1/2026), sejak pukul 8 pagi sudah diantre pelanggan. Foto: Tim detikFood |
Kami yang tiba di Kampong Glam sekitar pukul 08.08 waktu Singapura disambut oleh antrean pelanggan yang mengular. Ada dua jalur antrean di sini, yaitu bagian untuk makan di tempat (Dine In) dan pesanan bungkus (Take Away).
Walaupun menjadi ikon kuliner khas Indonesia di negeri singa, tetapi antreannya didominasi oleh warga lokal. Sekitar 80% pelanggan yang antre adalah warga setempat, serta sisanya wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia.
Warung makan yang buka pukul 07.30 pagi ini bahkan belum siap sepenuhnya. Ada beberapa meja dan kursi yang belum sempat disiapkan pemilik warung, tetapi pelanggan sudah terlanjur antre.
Semakin siang, semakin banyak pelanggan yang datang. Antrean yang mengular sejak pagi tersebut baru mereda sekitar pukul 10.00 waktu Singapura, tetapi tidak untuk antrean bungkus.
Antrean untuk yang ingin bungkus belum juga mereda hingga pukul 10 pagi waktu Singapura. Foto: Tim detikFood |
Sejak kami tiba hingga kami selesai makan di Warong Nasi Pariaman pada pukul 09.58, antrean Take Away masih terus mengular. Banyak pelanggan lebih memilih untuk membungkusnya alih-alih makan di tempat.
Alasan tempat duduk yang terbatas menjadi salah satu penyebab sebagian pelanggan tak ingin makan di tempat. Seperti pelanggan lain, tim detikFood sendiri harus mengantre sekitar 10-15 menit setelah mendapat makanan untuk bisa menempati salah satu meja.
Namun keistimewaan makan di tempat ini dilengkapi dengan fasilitas nasi yang boleh tambah sepuasnya. Ada rice cooker khusus yang disiapkan pemilik warung untuk pelanggan yang ingin tambah.
Ketika disambangi oleh tim detikFood, kondisi warung saat itu sangat sibuk. Penjaga kasir yang akrab disapa 'Cik' sampai-sampai kewalahan karena harus melayani pesanan minum pelanggannya dan pembayaran dalam waktu bersamaan.
(dfl/adr)@detikfood [LAPORAN DARI SINGAPURA] Warong nasi Padang tertua di Singapura, Warong Nasi Pariaman akan akan segera tutup pada (31/1) mendatang. Begini suasana warong tersebut H-2 sebelum tutup‼️ #nasipadang #warongpariaman #nasipadangsingapore #kulinersingapore #nasipadangviral ♬ original sound - detikfood



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN