Saat memilih daging, sering kali konsumen dibuat bingung antara daging sapi lokal dan impor. Banyak konsumen kebingungan menentukan mana yang lebih baik untuk kebutuhan rumah tangga, usaha kuliner, ataupun preferensi pribadi.
Baik daging sapi lokal maupun impor, keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Melansir situs resmi Suri Nusantara Jaya, berikut perbedaanya:
Asal dan Jenis Ternak
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sapi lokal biasanya dipelihara di daerah tropis seperti Indonesia, dengan jenis sapi seperti sapi Bali, sapi Madura, dan sapi Ongole. Mereka terbiasa bergerak lebih bebas, sehingga ototnya lebih kuat dan tekstur dagingnya lebih padat.
Sementara sapi impor umumnya berasal dari negara beriklim subtropis seperti Australia, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Jenis sapi impor seperti Angus, Wagyu, atau Hereford sering diberi pakan khusus seperti biji-bijian (grain-fed) atau hanya rumput (grass-fed). Hal ini membuat tekstur dan kandungan lemaknya berbeda signifikan.
Tekstur dan Serat Daging
Daging sapi lokal memiliki serat otot yang relatif lebih kasar dan padat karena sapinya banyak bergerak. Tekstur seperti ini cocok untuk hidangan tradisional yang dimasak lama, seperti rendang atau sop.
Daging impor, terutama grain-fed beef, punya serat lebih halus sehingga teksturnya lebih lembut dan empuk. Inilah yang membuatnya digemari untuk steak, yakiniku, atau shabu-shabu.
Warna Daging
Warna daging sapi lokal di supplier daging sapi biasanya cenderung lebih gelap ke merah tua. Ini disebabkan oleh gaya hidup sapi yang lebih aktif dan pakan hijauan yang lebih alami. Sedangkan daging impor memiliki warna lebih cerah, bahkan mendekati pink kemerahan, terutama untuk sapi muda atau grain-fed beef.
Rasa dan Aroma
Daging sapi lokal terkenal punya aroma khas yang lebih "daging", terutama saat dimasak menjadi masakan tradisional seperti gulai atau soto. Sementara daging sapi impor cenderung memiliki rasa mild, lebih netral, tetapi juicy, yang cocok dipadukan dengan saus western seperti black pepper atau mushroom sauce.
Kandungan Lemak
Sapi lokal yang lebih banyak bergerak biasanya memiliki kandungan lemak di antara otot (marbling) yang lebih sedikit. Hal ini cocok untuk yang ingin konsumsi daging rendah lemak. Di sisi lain, daging impor, apalagi jenis grain-fed, memiliki marbling tinggi. Marbling inilah yang menciptakan rasa gurih dan tekstur empuk.
Kandungan Nutrisi
Baik daging sapi lokal maupun impor sama-sama kaya protein berkualitas tinggi, zat besi, vitamin B12, dan zinc. Namun, perbedaan jenis pakan dan cara pemeliharaan membuat kandungan lemak dan kolesterol berbeda. Daging sapi impor grain-fed biasanya punya kandungan lemak lebih tinggi. Sedangkan sapi lokal, dengan lebih banyak bergerak dan pakan alami, cenderung lebih rendah lemak.
Nah, itulah perbedaan antara daging sapi lokal dan impor. Kini, berbagai varian daging tersebut dapat dibeli langsung di Toko Daging Nusantara terdekat di kota Anda. Selain daging, Toko Daging Nusantara juga menyediakan berbagai pilihan frozen food, sayur hingga bumbu dapur. Anda juga dapat membeli kebutuhan sehari-hari secara online karena Toko Daging Nusantara kini telah hadir di Shopee dan Tokopedia.
(akn/ega)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN