Manis Kenyal! Kue Cerorot Khas Desa Pacung Tejakula Buat Teman Ngopi

ADVERTISEMENT

Manis Kenyal! Kue Cerorot Khas Desa Pacung Tejakula Buat Teman Ngopi

Made Wijaya Kusuma - detikFood
Senin, 05 Des 2022 15:00 WIB
Salah satu makanan tradisional yang uni asal Purworejo, Clorot
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta -

Teksturnya kenyal dengan rasa manis puaskan selera, inilah kue cerorot yang bisa kamu temukan di Desa Pacung. Kue ini tak ubahnya clorot atau celorot yang populer di Jawa Tengah.

Mengunjungi Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, kamu bisa jajan dan membawa oleh-oleh kue manis bernama cerorot. Kue ini dibalut daun lontar yang dibentuk kerucut layaknya terompet mini.

Cita rasanya manis dengan tekstur lembut dan kenyal sehingga kue ini disukai banyak orang. Bahan dasarnya sederhana yaitu campuran tepung beras, gula merah, dan santan.

Salah satu perajin kue cerorot di Desa Pacung bernama Ketut Darsini mengatakan proses pembuatan kue cerorot tidak memakan waktu terlalu lama. Untuk membuat kue ini hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

Kue cerorot Khas Desa Pacung Tejakula. Foto: Made Wijaya KusumaKue cerorot Khas Desa Pacung Tejakula. Foto: Made Wijaya Kusuma Foto: Kue cerorot Khas Desa Pacung Tejakula. Foto: Made Wijaya Kusuma

Pertama, tepung beras yang telah disediakan dicampur dengan air secukupnya, adonan tepung kemudian dicampur dengan gula pasir. Setelah itu tambahkan larutan santan kelapa dan gula merah.

Kemudian adonan dimasukan ke dalam bungkus yang sudah disediakan lalu dikukus hingga matang selama kurang lebih 20 menit.

"Bahannya ada tepung beras, gula pasir, sama gula bali. Bikin sekilo jadinya 60 biji. Rebusnya itu sekitar 20 menit," kata Ketut Darsini saat ditemui detikBali, Sabtu (3/12/2022).

Untuk mengonsumsinya, tak perlu bingung. Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama dengan mengupas semua bungkusnya. Kedua, dengan cara mendorong sekaligus memencetnya dari bagian bawah cerorot yang berbentuk lancip ke arah atas hingga mengeluarkan isi di dalamnya.

cerorot kue tradisional balicerorot kue tradisional bali Foto: Wiendietry Rusli-wikimedia commons.

Darsini bercerita, kini di Desa Pacung hanya ada tiga orang yang bisa membuat cerorot. Hal itu karena warga kini banyak yang sudah beralih mencari pekerjaan yang lain.

Dalam sehari Darsini bisa memproduksi sebanyak 300 biji kue cerorot. Kue tersebut ia jajakan di pasar tradisional Desa Tejaluka mulai pukul 03.00 Wita sampai 05.00 Wita. Darsini menambahkan kue ini jamak dikonsumsi untuk teman ngopi.

Kue cerorot juga kerap dijadikan hidangan pada saat upacara pernikahan di Desa Pacung. Bentuk kue ini melambangkan simbol laki-laki sedangkan untuk simbol perempuan dilambangkan dengan kue kaliadrem.

"Sehari itu bisa 300 biji, itu dijual paginya di Pasar Tejakula, dari jam 3 pagi sampai jam 5 pagi. hanya sebentar jualannya karena lumayan rame peminatnya," tukasnya.

Baca artikel selengkapnya DI SINI.



Simak Video "KuTips: Resep Kue Keranjang Cheese Bread Roll, Wajib Coba!"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT