Memek, Kuliner Simeulue Aceh yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda

ADVERTISEMENT

Memek, Kuliner Simeulue Aceh yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Agus Setyadi - detikFood
Senin, 26 Sep 2022 15:30 WIB
Ada satu kuliner unik nan menarik yang tak boleh dilewatkan untuk dicicipi jika berkunjung ke Pulau Simeulue, Aceh. Kuliner ini bernama Memek. Penasaran?
Foto: Rifkianto Nugroho
Simeulue -

Kuliner tradisional begitu banyak jenisnya. Dari Pulau Simeulue, Aceh, ada kudapan bernama memek yang tampilannya mirip bubur. Kuliner ini bahkan sudah ditetapkan sebagai WBTB.

Selintas mirip bubur, inilah memek yang merupakan makanan khas masyarakat Simeulue. Di balik namanya yang berkonotasi jorok, memek rupanya sudah ada sejak zaman dulu.

Dikutip detikSumut dari situs warisan budaya Kemdikbud, Minggu (25/9/2022), sejarah makanan ini diwariskan dari generasi ke generasi di sana hanya lewat lisan sehingga tidak diketahui pasti sejak kapan keberadaannya.

Masyarakat di pulau Simeulue disebut semuanya mengetahui tentang kudapan tradisional tersebut. "Adapun dalam bahasa daerah Simeulue memek artinya mengunyah," tulis situs tersebut.

Ada satu kuliner unik nan menarik yang tak boleh dilewatkan untuk dicicipi jika berkunjung ke Pulau Simeulue, Aceh. Kuliner ini bernama Memek. Penasaran?Ada satu kuliner unik nan menarik yang tak boleh dilewatkan untuk dicicipi jika berkunjung ke Pulau Simeulue, Aceh. Kuliner ini bernama Memek. Penasaran? Foto: Rifkianto Nugroho

Dalam situs itu dijelaskan, memek sudah dikenal masyarakat Simeulue secara turun temurun sejak masa lalu. Pada zaman dulu, masyarakat Simeulue menyiapkan memek sebagai bekal ketika istirahat saat berpergian.

"Semua masyarakat Simeulue kenal akan makanan Memek, bahkan bapak-bapak bisa juga membuatnya," tulis situs itu.

Baca Juga: Chef Renatta Penasaran Banget Ingin Cicipi Memek khas Aceh

Memek dibuat dari beras ketan, pisang, santan, garam, dan gula sebagai bahan utamanya. Pisang akan ditumbuk kasar, sedangkan beras digongseng.

Ketika dimakan, rasa pisang dan beras gongseng lebih terasa. Aroma dari beras gongseng juga menusuk ke hidung. Sekilas, bentuk memek ini mirip seperti bubur.

Dahulu memek sering dijadikan bekal masyarakat Simeulue saat bepergian antar pulau dengan kapal. Hal ini lantaran cara bikinnya yang mudah.

Pada zaman sekarang, memek menjadi makanan khas untuk menyambut tamu penting yang datang ke Simeulue serta saat hari-hari tertentu.

Ada satu kuliner unik nan menarik yang tak boleh dilewatkan untuk dicicipi jika berkunjung ke Pulau Simeulue, Aceh. Kuliner ini bernama Memek. Penasaran?Memek dibuat dari beras ketan dan pisang sebagai bahan utamanya. Foto: Rifkianto Nugroho

"Menurut masyarakat Simeulue, masakan ini tidak diketahui awal kemunculannya, namun sudah menjadi turun temurun dari orang tua sebelumnya, bahkan hingga saat ini sudah banyak digunakan untuk acara-acara tertentu," isi situs tersebut.

Baca Juga: Resep Memek, Kuliner Khas Aceh yang Tengah Naik Daun

Seorang warga Simeulue, Almawati, mengatakan, nama memek memiliki arti mengunyah-ngunyah atau menggigit. Pada masa dulu, nenek moyang mereka kerap mengunyah-ngunyah beras ketan yang sudah dicampur pisang sehingga muncul istilah mamemek. Lambat laun, makanan tersebut disebut dengan memek.

"Di daerah kami tetap bilang namanya memek. Tidak boleh diganti namanya," ujar Almawati beberapa waktu lalu.

Memek, salah satu makanan khas Aceh.Memek, salah satu makanan khas Aceh. Foto: Agus Setyadi

Menurut Almawati, masyarakat Simeulue sejak zaman dulu membuat memek untuk disantap bareng keluarga. "Ini makanan khas Simeulue, warisan leluhur," ujarnya.

Kuliner memek ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2019 lalu. Keberadaannya tak bisa dipisahkan dari masyarakat Simeulue.

Baca artikel selengkapnya DI SINI.

Baca Juga: Tentang Memek, Makanan Khas Simeulue yang Jadi WBTB



Simak Video "Keren! Jualan Mie Aceh Pakai Bus Mercedes-Benz 508D"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT