ADVERTISEMENT

Menu Nusantara Jadi Jamuan Para Menteri Anggota G20 di Bali

Jihaan Khoirunnisaa - detikFood
Sabtu, 24 Sep 2022 11:32 WIB
Kemendag
Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Indonesia memamerkan keberagaman budaya dan kuliner tradisional dari berbagai daerah dalam jamuan makan malam bagi para Menteri Anggota G20 yang menghadiri pertemuan Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20. Jamuan makan malam bertajuk 'The Journey of Nusantara' itu dilaksanakan di Nusa Dua, Bali.

Adapun lokasi yang dipilih yaitu Taman Bhagawan yang kental ornamen budaya Bali, dan berada tepat di bibir pantai di Nusa Dua. Pada jamuan yang berlangsung Kamis (22/9), berbagai sajian kuliner khas Indonesia disuguhkan, mulai dari rendang hingga ragam minuman dan kudapan tradisional lainnya.

Selama acara, para delegasi diiringi lagu daerah yang dibawakan oleh penyanyi berbakat Tanah Air. Di antaranya Yana Yulio, Sondang Silalahi, Ade Irfan, Putri Rezki, Nayla Rifka, dan Novia Bachmid. Lagu yang dibawakan antara lain Bungong Jeumpa dari Aceh, Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat, Sang bumi ruwa jurai dari Lampung, Kicir-kicir dari DKI Jakarta, Manuk Dadali dari Jawa Barat, Rek Ayo Rek dari Jawa Timur, Janger dari Bali, Bolelebo dari NTT, Paris Barantai dari Kalimantan Selatan, Si Patokaan dari Sulawesi Utara, Rasa Sayange dari Maluku, dan Sajojo dari Papua.

Sejumlah tarian juga ditampilkan untuk mewakili keberagaman budaya di Indonesia. Mulai dari tari Saman Ratoh Jaroe dari Aceh, Tari Jaipongan dari Jawa, Tari Janger Mix dari Bali, serta Tari Berburu dari Papua.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan keberagaman budaya merupakan potret masyarakat Indonesia yang hidup berdampingan secara harmonis.

"Pengalaman budaya dan keberagaman inilah yang kami bagikan. Kita semua berbeda-beda datang ke sini dengan tujuan yang sama yaitu pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat pascapandemi ini," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/9/2022).

Dia mengapresiasi para Menteri Negara Anggota G20 dan delegasinya yang telah hadir dalam TIIMM G20. Menurut Zulhas kehadiran para Menteri G20 dan seluruh delegasi mencerminkan dukungan bagi Presidensi G20 Indonesia dan persahabatan dengan rakyat Indonesia.

Pertemuan TIIWG dan TIIMM di Bali juga menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga relevansi dan integritas G20 dalam menanggapi berbagai isu global saat ini.

"Kita menghadapi dunia yang tidak mudah. Tetapi kalau kita bersama-sama berkolaborasi dan bekerja sama satu dengan yang lain bergandengan tangan, kami yakin dan percaya dari Bali kita bisa memberikan sinyal kepada dunia bahwa kita bisa memberikan solusi terbaik untuk dunia yang damai," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan perbedaan yang ada di Indonesia merupakan anugerah dan kekuataan bagi bangsa. Bahlil juga menegaskan pentingnya persaudaraan dan kebersamaan dalam pemulihan ekonomi.

"Saya ajak kita semua untuk menjalin persaudaraan selama-lamanya dalam rangka mengembangkan ekonomi yang lebih baik," tandasnya.



Simak Video "Jajan Camilan di Pasar Laron, Alun-alun Batu"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT