Legendaris di Klaten! Ini Warung Sate Kupang Sejak Zaman Belanda

ADVERTISEMENT

Legendaris di Klaten! Ini Warung Sate Kupang Sejak Zaman Belanda

Achmad Hussein Syauqi - detikFood
Kamis, 08 Sep 2022 15:00 WIB
Sate Kupang di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Sabtu (3/9/2022) siang.
Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Mau cicip sate kambing legendaris di Klaten? Mampirlah ke Warung Sate Kupang yang sudah ada sejak 1930 saat zaman Belanda. Sate kambing di sini berbeda dengan sate kambing pada umumnya.

Membicarakan kuliner legendaris di Klaten, tak lengkap tanpa membicarakan Warung Sate Kupang. Sesuai namanya, warung makan ini berlokasi di Desa Kupang yang berada di ujung timur Klaten. Desa ini berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.

Lokasi Warung Sate Kupang unik karena tidak berada di dekat keramaian, tetapi di tengah perkampungan. Jaraknya sekitar 500 meter dari jalan raya Juwiring-Karangdowo.

Warung Sate Kupang disebut legendaris karena sudah ada sebelum Indonesia merdeka. "Warung ini sudah ada sejak 1930. Dulu di bawah rumpun bambu di bekas pasar lama, pasar benang dan payung di utara warung saat ini," kata Sunarwan (48), salah seorang pengelola warung Sate Kupang saat ditemui detikJateng, Sabtu (3/9).

Sate Kupang di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Sabtu (3/9/2022) siang.Sate Kupang di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Sabtu (3/9/2022) siang. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Menurut Sunarwan, Warung Sate Kupang dirintis kakeknya, Kromo. "Ini kami sudah generasi ketiga, cucu. Saat ini jadi usaha keluarga, dikelola bareng-bareng," ujar Sunarwan.

Warung Sate Kupang buka tiap hari pada pukul 09.30-15.30 WIB. "Libur hanya Jumat Legi, atau 40 hari sekali. Selain untuk istirahat juga untuk menghormati hari wafatnya Bapak," lanjut Sunarwan.

Baca Juga: Sate Kardjan: Enak Tenan! Sate Kambing Klaten Legendaris Racikan Pak Kardjan

Pelanggan warung ini juga banyak yang dari luar Klaten. "Pernah ditawar (untuk franchise) tapi tidak boleh, karena untuk keluarga, agar tidak putus sejarahnya. Tapi di Jakarta ada pak Lik yang buka, juga ramai dan sering tampil di televisi," kata Sunarwan.

Tiap hari warung ini bisa menghabiskan 2-3 ekor kambing besar. "Saat pandemi COVID sempat sepi. Tapi biasanya habis 2-3 ekor kambing besar, ini mulai ramai lagi," terang Sunarwan.

Sate Kupang di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Sabtu (3/9/2022) siang.Sate Kupang di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Sabtu (3/9/2022) siang. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Kakak Sunarwan, Sunardi (54), menyatakan warung sate itu dirintis kakeknya sejak zaman Belanda. "Jadi sudah tiga generasi. Pindah ke rumah ini baru sekitar tahun 1960-an, saya sudah hampir 30 tahun menangani," kata Sunardi.

Menyoal menu, sate kupang sebenarnya tak jauh berbeda dari pada umumnya. Tapi dari sisi ukuran istimewa karena lebih besar. Sate ini ditusuk bambu dan dibakar di anglo dua kali. Harganya sekitar Rp 25.000.

Selain sate, di Warung Sate Kupang juga ada kuliner gulai dan tengkleng yang jadi incaran. "Yang jelas terkenal turun temurun, saya tahu juga dari bapak sejak dulu," kata Rohmat, salah satu pelanggannya.

Baca artikel selengkapnya DI SINI.

Baca Juga: Menyambangi Warung Sate Kupang Klaten, Kondang sejak Zaman Belanda



Simak Video "Bikin Laper: Sate Kambing yang Endolnya No Debat!"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT