Laris! Pria Ini Jualan Kopi Lokal Bali Pakai Sepeda Seharga Rp 10 Ribuan

Poetri - detikFood
Senin, 16 Mei 2022 15:30 WIB
Inovasi dan kreativitas menciptakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Seperti halnya pria di Bali ini yang raup cuan lewat hobi gowes dan ngopi. Penasaran?
Foto: Poetri/detikcom
Denpasar -

Kopi kini makin digemari masyarakat Indonesia. Di Bali, kamu bisa menemukan racikan kopi lokal nan nikmat buatan Warung Kopi Baik. Harganya murah, mulai dari Rp 10 ribu saja.

Kegemaran masyarakat Indonesia akan kopi semakin meningkat. Hal ini terlihat dari munculnya banyak penjual kopi dalam berbagai skala. Salah satunya penjual kopi kaki lima yang punya banyak penggemar.

Di Denpasar, tepatnya Jalan Gunung Batukaru ada penjual kopi kaki lima yang populer. Namanya Warung Baik Bali yang menjual ragam kopi lokal Bali di atas sepeda gayung.

Usaha kopi ini milik I Gusti Agung Oka Krisna atau akrab disapa Gung Kris. Ia yang mencintai kopi dan sepeda (gowes) terinspirasi menggabungkan keduanya.

Di tempat ngopi miliknya tidak ada meja, kursi, atap maupun dinding. Para pembelinya cukup duduk di pinggir trotoar. Karena tempat ngopi ini dikonsep dalam bentuk sepeda gayung, jadi, tak perlu heran jika tempat ngopi ini bisa berpindah.

"Hobi naik sepeda dan basically senang kopi. Makanya alat-alatnya banyak ada di rumah seperti grinder dan dripper-nya. Tahun 2016 saya pertama kali punya alat-alatnya. Jadinya, bisa dibilang ini petualangan rasa," sebut Gung Kris.

Gung Kris dan Warung Kopi Baik Bali miliknya yang berlokasi di Jalan Gunung Batukaru, Denpasar BaratKopi Baik Bali dijajakan Gung Kris di atas sepeda. Foto: Poetri

Baca Juga: 5 Kafe Asal Bali Buka di Jakarta, Menunya Croissant hingga Cinnamon Roll

Selain karena hobi, Ia mengaku pembuatan usaha ini juga terdorong dari dirinya yang terpaksa dirumahkan oleh pihak hotel tempatnya bekerja.

Kemudian di November 2020, Ia pun memberanikan diri memulai usaha ini bermodalkan sepeda, alat-alat pembuat kopi, serta ilmu meracik kopi yang dipelajarinya secara otodidak.

"Konsep saya untuk biji kopi adalah ditanam di Bali, diseduh di Bali. Jadi di sini pakai bean Bali semua. Arabika pakai biji kopi Kintamani dan Wanagiri. Robusta pakai Pupuan dan Kintamani," katanya ketika ditemui detikBali pada Minggu (15/5/2022).

Dalam membuat kopinya, Gung Kris mengandalkan metode manual brew. Menunya ada V60, Turkish, Vietnam Drip, hingga Japanese Ice dengan kisaran harga pastinya menyesuaikan tempat, yakni Rp 10 ribu-Rp 15 ribu.

"Respon peminat kopi lumayan bagus. Belum lagi yang lewat area sini. Banyak yang heran waktu lihat jualan kopi pakai sepeda. Ada juga waktu saya lagi giling biji kopi kan aromanya harum nah yang duduk-duduk di sini banyak yang penasaran dan akhirnya beli sambil santai-santai di sini," tuturnya.

Inovasi dan kreativitas menciptakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Seperti halnya pria di Bali ini yang raup cuan lewat hobi gowes dan ngopi. Penasaran?Mangkal di Jalan Gunung Batukaru, Denpasar, Warung Kopi Baik kerap jadi incaran. Foto: Poetri/detikcom

Pelanggannya pun tak hanya dari Kota Denpasar saja, namun ada yang dari Gianyar, Tabanan dan bahkan Tangerang.

Menurutnya, positifnya respon pelanggan juga dipengaruhi oleh sosial media sehingga menjadikan Kopi Baik Bali banyak dicari karena keunikannya.

Kata Gung Kris, dari usahanya ini, ia rata-rata bisa menjual antara 15-20 cup perharinya. Sementara jika sedang ramai, kata Gung Kris sebanyak 30 cup kopi laku terjual.

Kopi Baik Bali ini buka mulai dari pukul 09.00-16.00 WITA dan untuk lokasi jualannya pun tak pernah berpindah.

Baca Juga: Kisah Inspirasi Gung Kris, Gabungkan Hobi Gowes-Ngopi Jadi Usaha



Simak Video "Berawal dari Hobi Gowes, Sekalian Usaha Kopi Pakai Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)