Gurih Renyah Keripik Gedebong Pisang Asal Tabanan, Ada Rasa Balado!

Abrur - detikFood
Kamis, 28 Apr 2022 16:00 WIB
Tampilan Keripik Gedebong yang menjadi inovasi dan kreasi panganan Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan.
Foto: Dok. Pemerintah Desa Kukuh
Tabanan -

Warga Desa Kukuh di Tabanan Bali punya kuliner keripik unik yang layak dicoba. Namanya keripik gedebong yang dibuat dari batang pisang sebagai bahan utamanya. Rasanya kriuk renyah!

Batang pisang atau kerap disebut gedebong dalam bahasa Bali bisa diolah menjadi beragam sajian. Salah satu yang baru diperkenalkan adalah keripik gedebong.

Produk keripik ini dikembangkan sebagai inovasi dan kreasi panganan yang diproduksi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di desa setempat.

"Dikembangkan mulai Maret 2022 yang lalu. Produk ini adalah hasil pelatihan kelompok UP2K yang ada di bawah Tim Penggerak PKK Desa Kukuh dan difasilitasi BLK (Balai Latihan Kerja) Kabupaten Tabanan," jelas Perbekel atau Kepala Desa Kukuh, I Nyoman Widhi Adnyana, Senin (25/4/22).

Ia menyebutkan, lewat pelatihan itulah kelompok tersebut mencoba memberi nilai tambah pada batang pohon pisang. Khususnya jenis Pisang Batu atau Biu Batu.

"Biasanya pohon Biu Batu atau Pisang Batu ini yang dicari hanya daunnya saja. Sementara batangnya tidak dimanfaatkan," tutur Widhi.

Selain jarang dimanfaatkan, Widhi menyebutkan, pohon Pisang Batu juga relatif mudah dijumpai di lingkungan sekitar desa setempat.

"Karena itu kelompok ini mencoba mengolah gedebong agar bernilai ekonomis dan higienis dalam bentuk keripik gedebong," kata Widhi.

fakta tentang batang pisangBatang pisang atau gedebong pisang bisa dimanfaatkan jadi keripik. Foto: Istimewa

Baca Juga: 5 Kafe Asal Bali Buka di Jakarta, Menunya Croissant hingga Cinnamon Roll

Batang pohon pisang yang dipakai sebagai bahan baku utama pembuatan keripik ini adalah bagian inti atau tengah. Bagian inilah yang kemudian digoreng atau diolah menjadi keripik.

"Bedanya dengan keripik lain dari segi tekstur dan rasa. Tekstur atau serat gedebong itu khas sekali dan gurih," imbuh Widhi.

Sedangkan untuk rasa, olahan keripik gedebong muncul dengan beberapa varian. Dari yang original, rasa sambal balado, sampai super pedas.

Keripik ini dijual dalam kemasan dengan berat 150 gram dengan harga Rp 10 ribu.

Menurut Widhi, sejauh ini produk pangan olahan itu baru dipasarkan secara terbatas. Masih di seputaran warung-warung di sekitar Desa Kukuh, Kerambitan, Tabanan.

Selain itu, produk ini juga dijadikan andalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sarining Winangun. "Dijual di BUMDes juga," pungkas Widhi.

Baca Juga: Sensasi Kriyuk 'Keripik Gedebong' Kreasi Unik Warga Kukuh Tabanan



Simak Video "Laris Manis Laklak Biu Men Bayu Khas Tabanan"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)