ADVERTISEMENT

Mudik Lewat Gunungkidul, Ada Belalang Goreng Gurih Enak Buat Oleh-oleh

Pradito Rida Pertana - detikFood
Selasa, 26 Apr 2022 13:30 WIB
Belalang goreng, oleh-oleh khas dari Gunungkidul yang diminati para pemudik dan wisatawan.
Foto: Usman Hadi/detikcom
Gunungkidul -

Mau cari oleh-oleh unik saat mudik ke Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)? Coba bawa pulang belalang goreng yang garing, renyah, dan gurih enak ini!

Belalang goreng adalah makanan khas Gunungkidul yang populer sebagai pilihan oleh-oleh unik. Belalang goreng biasanya dijual di tepi jalan-jalan Gunungkidul.

Penyajiannya unik yaitu ditusuk berderet seperti sate atau dijual dalam porsi stoples. Jelang Lebaran ini, harga belalang goreng Gunungkidul ikut naik karena harga minyak yang masih tinggi di pasaran.

Seorang produsen belalang goreng asal Pedukuhan Jelok, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul Marsini menjelaskan peningkatan harga belalang goreng tidak begitu signifikan. Sebelumnya setoples harga belalang goreng dijual Rp 30 ribu dan untuk per kilogram di kisaran Rp 400 ribu.

"Nah, saat ini harga satu stoples belalang goreng Rp 40 ribu dan untuk harga satu kilogramnya jadi Rp 450 ribu," kata Marsini kepada wartawan di Kabupaten Gunungkidul, Senin (25/4/2022).

Baca Juga: Belalang Goreng Termasuk Serangga yang Halal Dimakan, Ini Kata MUI

Belalang goreng khas GunungkidulJika mudik ke Gunungkidul jangan lupa untuk mencicip oleh-olehnya yang unik yaitu belalang goreng. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Marsini menyebut kenaikan ini disebabkan karena harga minyak goreng yang masih mahal. Selain itu, bahan baku belalang harus didatangkan dari luar Gunungkidul.

"Seperti harga minyak goreng yang mahal itu jadi penyebab harga belalang goreng naik. Apalagi untuk mendatangkan belalang mentah sekarang harus dari berbagai kabupaten seperti Kulon Progo, karena di Gunungkidul sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan produsen," ujarnya.

Dia menyebut Lebaran tahun ini permintaan belalang goreng mengalami peningkatan. Selama pandemi COVID-19, Marsini mengaku hanya mengolah 5-7 kg belalang goreng.

"Dan untuk beberapa hari terakhir ini saya dibantu tetangga bisa mengolah berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa," ucapnya.

Mersini menambahkan, untuk pemasaran belalang goreng sendiri lebih kepada titip jual hingga pembeli yang datang langsung ke rumah. Untuk yang titip jual, Marsini mendistribusikan ke penjual oleh-oleh yang dikemas dalam stoples kecil.

"Untuk varian belalang goreng produksi saya ada yang rasa bacem dan gurih," pungkas Marsini.

Baca Juga: Dear Pemudik, Jangan Lupa Jajan Belalang Goreng Saat ke Gunungkidul Ya



Simak Video "Melihat Produksi Mie Lethek, Kuliner Khas Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT