Slurpp! Gurih Pedas Keong Sawah Khas Banyumas Kian Laris Saat Ramadan

Vandi Romadhon - detikFood
Selasa, 12 Apr 2022 10:30 WIB
Kraca, masakan keong khas Banyumas yang tersedia saat puasa (Arbi Anugrah/detikcom)
Foto: Kraca, masakan keong khas Banyumas yang tersedia saat puasa (Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Warga Banyumas punya kuliner khas bernama kraca. Olahan keong sawah yang diberi bumbu gurih pedas ini semakin laris saat ramadan. Sensasi menyedot daging keongnya disukai orang-orang. Slurpp!

Mencari menu buka puasa yang unik di Banyumas? Cobalah kraca yang jadi incaran warga lokal. Kraca dibuat dari keong sawah yang banyak ditemui di sana. Bumbunya aneka rempah bercita rasa gurih pedas.

Seorang warga Banyumas pembeli kraca, Ana Wahyu mengatakan pada detikJateng kalau dirinya selalu beli kraca selama bulan puasa. "Kayaknya ada yang kurang kalau habis tarawih kalau nggak makan kraca ini," katanya saat ditemui di Jalan Bobosan Banyumas, Minggu (10/4/2022).

Anas menyebut menikmati kraca paling enak dengan cara disedot. Penjual kraca biasanya juga menyediakan tusuk untuk mencongkel daging kraca dari cangkangnya.

"Nikmatnya saat nyedotnya itu mas, ada sensasi tersendiri saat memakannya," ucapnya.

Kraca khas Banyumas paling diburu pas Ramadan, paling enak disantap dengan cara disedot.Penjualan kraca khas Banyumas makin laris saat Ramadan. Foto: Vandi Romadhon/detikJateng

Salah satu penjual kraca di Jalan Bobosan Purwokerto Utara, Tari, menyebut penjualannya meningkat selama bulan Ramadan. Dia mengaku sering kali harus menolak pembeli karena telah kehabisan.

"Saya jualan tidak hanya bulan Ramadan tapi kalau saat puasa seperti ini cukup laris bisa tiga kali lipat dibanding hari biasa, hari biasa habis 10 kg kalau bulan Ramadan bisa 30-40 kg," kata Tari.

Tari menjelaskan bahan baku dibeli dari warga sekitar yang mencari kraca di sawah-sawah. Untuk mengolahnya, kraca harus didiamkan semalam demi membuang kotoran di dalamnya.

Baca Juga: Keong Sawah Diolah Jadi Gulai, Botok hingga Keong Gemes di Pekalongan

"Saya dapat kraca dari orang-orang sekitar sini yang mencari di sawah. Nanti dilubangi dulu bagian belakangnya dan didiamkan satu malam sebelum dimasak supaya kotorannya keluar," jelas wanita yang sudah 20 tahun berjualan kraca ini.

Kraca khas Banyumas paling diburu pas Ramadan, paling enak disantap dengan cara disedot.Kraca dimasak hingga bumbunya yang gurih pedas meresap. Foto: Vandi Romadhon/detikJateng

Dia menyebut selain untuk membuang kotoran, lubang itu berfungsi membuat bumbu meresap hingga ke dalam kraca. Aneka rempah ini juga membuat bau tanah berkurang dari kraca berkurang.

"Supaya tidak bau tanah, setelah direndam semalam sebelum dimasak dicuci lagi dua sampai tiga kali jadi kraca betul-betul bersih saat akan dimasak," tuturnya.

Untuk menikmati kraca, pembeli tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Kraca ini bisa dibeli seharga Rp 5 ribuan saja.

"Saya menyediakan dua kemasan, yang kecil satu plastiknya Rp 3.000, kalau yang besar itu harganya Rp. 5.000," tutupnya.

Baca Juga: Kraca Khas Banyumas Laris Diburu Pas Ramadan, Paling Enak Saat Disedot



Simak Video "Kastangel hingga Putri Salju Paling Banyak Diburu Jelang Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)