ADVERTISEMENT

Gurihnya Bisnis Pempek Khas Palembang, Omzet Tembus Rp 45 Juta/Bulan

Atta Kharisma - detikFood
Kamis, 10 Feb 2022 10:17 WIB
Apa Pempek Bisa Mendunia Seperti Rendang? Ini Kata Sandiaga Uno
Ilustrasi pempek/Foto: iStock
Jakarta -

Siapa sih yang nggak tahu dengan pempek? Makanan yang terbuat dari ikan dan tepung sagu yang disajikan dengan siraman kuah cuko ini merupakan salah satu santapan khas yang sayang dilewatkan saat kamu berkunjung ke Palembang.

Kenikmatan pempek pun mendorong banyak orang untuk mengenalkannya ke berbagai daerah, termasuk di ibu kota. Salah satunya adalah Andri, pendiri bisnis kuliner Kedai Pempek Kito.

Berdiri pada Juni 2021 lalu, Andri mengaku termotivasi untuk merintis bisnis pempek di Jakarta lantaran belum banyak restoran yang menjual makanan khas Palembang di Jakarta.

"Usaha kami terinspirasi dari begitu banyak nya toko makanan Palembang yang sangat sukses di kota asal kami, Palembang. Saat itu kami lihat masih belum terlalu banyak restoran yang menjual makanan khas Palembang di Jakarta. Maka dari itu, akhirnya kami mencoba untuk memulai usaha ini," terang Andri kepada detikcom.

Memulai usaha di masa pandemi diakui Andri merupakan tantangan yang berat. Kebijakan PSBB yang berlaku di Jakarta bahkan sempat membuat bisnisnya mengalami penurunan omzet.

"Sangat berat di awal karena saat baru buka 2 minggu, DKI Jakarta ada kebijakan PSBB yang sangat ketat. Omzet kami sangat mengalami penurunan. Dari penjualan online juga sedikit terpengaruh dikarenakan 'fear' pembeli untuk mencari makanan yang sangat bersih," ujarnya.

Mengakali hal tersebut, Andri kemudian mewajibkan seluruh karyawannya untuk vaksin minimal dosis pertama demi menumbuhkan kepercayaan konsumen. Penjualan lewat platform online juga semakin ia gencarkan.

"Kami juga membuat brosur untuk dibagikan kepada lingkungan sekitar dan menjelaskan bahwa produk yang kami jual sudah diolah dengan memenuhi standar kebersihan yang seharusnya," tuturnya.

Selain itu, Andri juga melakukan promosi dengan menawarkan layanan pesan antar (contactless delivery) dan pesanan daily catering untuk konsumen loyalnya. Seiring dengan berjalannya waktu, usahanya mulai berangsur membaik dan sudah bisa kembali berjualan baik secara online maupun offline.

Tak tanggung-tanggung, Andri pun mengungkapkan dalam sebulan Kedai Pempek Kito bisa menjual 1.200 -1.700 porsi dan meraup keuntungan Rp 30 hingga Rp 45 juta. Selain pempek crispy yang menjadi menu favorit, Kedai Kito juga menyajikan aneka pempek seperti kapal selam, lenjer, pempek telur, pempek kulit, tekwan, hingga laksan.

Untuk mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan engagement terhadap konsumen setianya, Andri mengikuti program 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' yang digelar oleh detikcom bersama Kraft Heinz Food Service. Melalui program tersebut, ia berharap dapat mempelajari kiat-kiat dari para ahli dalam mengembangkan bisnisnya.

"Ini pengalaman pertama kami mengikuti program ini dan kami sangat senang terpilih pemenang yang beruntung. Harapan kami adalah kami dapat membuat market engagement yang lebih baik lagi dan kami dapat belajar lebih baik untuk mengembangkan bisnis kami melalui program ini," pungkasnya.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT