Cari Bubur Sumsum hingga Candil di Bali, di Sini Tempatnya

Jihaan Khoirunnisa - detikFood Kamis, 09 Des 2021 19:38 WIB
Tak Melulu Nasi, Bubur Manis Kuah Santan Ini Cocok buat Sarapan Pagi Foto: Dok. instagram.com/@pawon_bubur_lany
Jakarta -

Bubur merupakan salah satu menu sarapan favorit masyarakat. Teksturnya lembut serta disajikan dalam porsi yang mengenyangkan sangat cocok untuk mengawali hari sebelum beraktivitas.

Tak hanya bubur yang gurih, Indonesia juga memiliki berbagai macam bubur dengan rasa legit dan manis. Salah satunya bubur sumsum. Dinamakan sumsum karena warnanya yang putih seperti sumsum tulang. Bubur ini terbuat dari tepung beras dengan cita rasa gurih dari santan dan manis dari gula merah yang dicairkan.

Selain itu ada juga bubur candil yang kenyal. Sekilas bubur candil mirip dengan biji salak. Namun yang membedakan yaitu bahan dasarnya. Jika biji salak terbuat dari ubi rebus, maka bubur ini dibuat menggunakan bahan dasar adonan tepung ketan yang diuleni, lalu dibentuk seperti bola-bola kecil. Enak disantap saat masih hangat, bubur satu ini menghadirkan rasa legit manis juga gurih.

Ada juga bubur sagu mutiara atau yang biasa disebut dengan bubur pacar Cina. Bubur satu ini memiliki tekstur yang unik, kenyal, dan cita rasa yang manis serta gurih dari santan kelapa. Nah jika Anda malas membuatnya di rumah, jangan khawatir. Karena aneka bubur manis tadi bisa ditemukan di penjual pasar tradisional dan toko kue pagi.

Atau bagi Anda yang berdomisili di daerah Badung, Bali bisa memesannya secara online dengan mengunjungi akun Instagram @pawon_bubur_lany. Jadi Anda tidak perlu repot pergi keluar untuk menikmati sajian jadoel yang satu ini.

Pawon Bubur Lany didirikan oleh Suyati pada 2017. Saat itu, ia hanya menitipkan dagangannya ke warung sayur sekitar rumah.

"Usaha kuliner ini dimulai sejak 2017 dengan titip di warung sayur sekitar tempat tinggal. Pada 2019 sempat mengikuti pelatihan Google Class yang belajar tentang digital marketing dan jualan online," ujarnya kepada detikcom.

Di Pawon Bubur Lany tersedia berbagai macam bubur jadoel, mulai dari candil, mutiara, injin atau ketan hitam hingga grendul. Selain satuan, ada pula bubur campur dan bubur paket komplit yang dikemas dalam cup berukuran 500 ml. Harganya terbilang ramah di kantong, yakni mulai Rp 6.500 untuk bubur satuan, serta Rp 15.000 untuk paket komplit-plit.

"Dalam sebulan saya bisa menjual 100 porsi bubur. (Namun karena pandemi), saya mengalami penurunan omzet yang sangat signifikan. Untuk mengatasinya, saya melakukan banyak upaya. Salah satunya melakukan pengantaran sendiri untuk area dekat tempat tinggal," tuturnya.

Selain itu, Suyati juga mengikut program 'Kembangkan Bisnis Kulinermu'. Dengan harapan bisa mencari ide untuk menambah menu sekaligus mendorong kemajuan bisnis kulinernya.

"Acaranya bagus. Saya bisa mendapatkan wawasan baru," tandasnya.

Diketahui, acara 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' merupakan persembahan Kraft Heinz Food Service bersama detikcom demi mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas.

(akd/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com