Lika-liku Ermey Trisniarty, Idap Kanker hingga Sukes Jadi Pengusaha Cokelat

Diah Afrilian - detikFood Jumat, 08 Okt 2021 16:00 WIB
Lika-liku Ermey Trisniarty, Idap Kanker hingga Sukes Jadi Pengusaha Cokelat Foto: dok. Dapur Cokelat
Jakarta -

Tidak ada hidup mulus yang selalu manis. Pengusaha sukses sekalipun harus melalui jalanan terjal penuh kerikil sebelum mencapai puncak kejayaannya.

Hidup sering kali terasa tak adil. Upaya dan usaha yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan yang diinginkan terkadang tidak memenuhi ekspektasi. Sejatinya memang tidak ada satu orangpun yang akan melalui hidup mulus-mulus saja. Pengusaha sukses sekalipun tidak mendapatkan kejayaan dengan begitu mudahnya. Ada perjuangan dan lika-liku yang tidak terlihat hingga membawanya kepada sosok yang dikenal banyak orang saat ini.

Menikmati perjalanan dan menghargai setiap proses yang terjadi menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan. Kisah kegigihan dan ketangguhan ini dicontohkan oleh Ermey Trisniarty atau akrab disapa Eyie, pemilik Dapur Cokelat.

Pada konferensi pers Dapur Cokelat (7/10), Eyie bercerita banyak tentang perjalanan hidupnya mulai dari kisah pertama bertemu sang suami, mengidap kanker, hingga terpaksa merumahkan karyawannya. Perjalanan Eyie dimulai saat dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lika-liku Ermey Trisniarty, Idap Kanker hingga Sukes Jadi Pengusaha CokelatLika-liku Ermey Trisniarty, Idap Kanker hingga Sukes Jadi Pengusaha Cokelat Foto: dok. Dapur Cokelat

Membeli sebuah apple pie di kawasan Jalan Pangrango, Kota Bogor, siapa yang menyangka akan menjadi pembuka jalan untuk pertemuan Eyie dengan kekasih hatinya sekaligus penyemangat hidupnya. Bermimpi menjadi seorang pemilik toko kue, semangat pertama Eyie datang dari sebuah pujian untuk sebuah tiramisu berukuran kecil.

Baca juga: Kisah Sukses Penjual Bakwan Kawi, Jualan Sejak SMA hingga Punya 7 Cabang

Hal tersebut ternyata mengantarkan Eyie dan Okky Dewanto, suami Eyie, bersikeras untuk menciptakan untuk membangun bisnis berdua. Mengumpulkan modal dari uang tabungan yang dimiliki keduanya menjadi pijakan pertama kesuksesan bisnis mereka.

"Dulu itu toko masih seadanya. Peralatan dapur dan display semuanya satu tempat. Sering juga ada pelanggan yang mengira kalau toko kami toko kitchen set," kata Eyie menceritakan perjalanannya mendirikan Dapur Cokelat.

Peralatan yang digunakan pada saat awal pembukaan toko pun masih sangat sederhana. Masih jelas betul dalam ingatanEyie saat dirinya menggunakan satu cetakan kue sebagai cetakan cokelat praline yang dijajakan ditokonya. Perlahan tapi pasti, Eyie mulai merasakan perkembangan bisnisnya yang kian pesat.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Laper: Viral Nasi Babat yang Bikin Geger di Sidoarjo"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com