Dari Kebun Masuk Hotel, Fiesta Singkong 2021 Bikin Singkong Jadi Elite

Diah Afrilian - detikFood Jumat, 01 Okt 2021 18:45 WIB
Dari Kebun Masuk Hotel, Fiesta Singkong 2021 Bikin Singkong Jadi Elite Foto: iStock/dok. Propaktani
Jakarta -

Tingginya produksi singkong di Indonesia membutuhkan sebuah wadah untuk menaungi. Fiesta Singkong 2021 menjadi ajang untuk mengangkat derajat para produsen singkong Indonesia.

Dikenal memiliki tanah yang subur untuk menanam berbagai jenis tumbuhan, Indonesia memiliki tanaman singkong yang tidak bisa ditemukan di banyak tempat. Produksi singkong yang terbilang tinggi ini membutuhkan suatu wadah yang mampu menaungi agar hasilnya menjadi lebih efektif.

Di Salatiga, bahkan ada empat kecamatan yang digadang-gadang sebagai produsen singkong terbesar. Kementerian Pertanian dan Masyarakat Singkong Indonesia terus mencari cara untuk membantu menyejahterakan para produsen singkong yang memberi dampak cukup baik terhadap perekonomian melalui pemenuhan bahan pangan.

Acara bertajuk Fiesta Singkong 2021 kemudian diusung dengan tema 'Produktivitas Meningkat, Sejahtera Bersama' yang memiliki tujuan khusus membangun pertanian, mendukung ketahanan pangan serta daya saing produk dan diversifikasi daya pangan lokal. Acara seperti ini sangat baik untuk membantu para produsen singkong di Indonesia, khususnya di Salatiga.

Menurut catatan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sendiri, ada empat kecamatan di Salatiga yang dikategorikan sebagai penghasil singkong terbesar. Keempatnya adalah kecamatan Argomulyo, Sidorejo, Sidomukti, dan Tingkir yang bahkan bisa menghasilkan hitungan ton singkong.

Dari Kebun Masuk Hotel, Fiesta Singkong 2021 Bikin Singkong Jadi EliteDari Kebun Masuk Hotel, Fiesta Singkong 2021 Bikin Singkong Jadi Elite Foto: iStock/dok. Propaktani

"Kecamatan Sidorejo 20 kilogram per hari, Tingkir, 100 kilogram per hari, Argomulyo 100 kilogram per hari, dan di sini (Sidomukti) bahkan bisa 8 ton per hari," kata Wali Kota Salatiga, Yuliyanto.

Digelar pada Kamis (30/9), Fiesta Singkong 2021 mengupayakan produksi singkong bisa 'naik kelas'. Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Masyarakat Singkong Indonesia, dan dibantu oleh Accor Group menyajikan singkong yang dikenal sebagai bahan makan tradisional yang sangat sederhana menjadi hidangan bertaraf bintang lima.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juga mengungkapkan bahwa agenda ini sangat berarti bagi proses panen hingga produksi dan pemasaran hasil panen singkong. Dengan begitu diharapkan bahwa pertanian Indonesia akan semakin kuat sehingga mampu bersaing dan mendunia.

Baca juga: Ternyata Orang China yang Perkenalkan Singkong sebagai Makanan di Indonesia

"Fiesta Singkong ini mengakumulasi tiga agenda yaitu budidaya, pasca panen dan pengolahannya serta bagaimana kita memasarkan budidaya dan mencari market yang stabil, market yang kokoh dan market yang makin expand untuk bisa menghadirkan kekuatan pertanian untuk singkong dan bisa mendunia," kata Syahrul (30/9).

Dari Kebun Masuk Hotel, Fiesta Singkong 2021 Bikin Singkong Jadi EliteDari Kebun Masuk Hotel, Fiesta Singkong 2021 Bikin Singkong Jadi Elite Foto: iStock/dok. Propaktani

Bentuk dukungan yang diberikan oleh pemerintah beserta seluruh lembaga terkait adalah melalui penandatanganan deklarasi bersama dan perjanjian kerjasama terutama antara Masyarakat Singkong Indonesia dan Accor Group. Disaksikan langsung oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, acara tersebut juga diharapkan dapat menjadi wadah tukar pikiran untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para produsen singkong bersama-sama.

Salah satunya adalah cara mengatasi kesulitan yang dialami oleh para petani dan produsen singkong di musim kemarau. Karakteristik tanah yang cenderung sangat kering dan pasokan air yang tidak cukup seringkali membuat hasil panen singkong tidak maksimal.

Padahal saat ini diakui bahwa permintaan singkong terutama dalam bentuk tepung mocaf terus meningkat. Tepung mocaf sudah banyak diolah menjadi mie, kue-kuean maupun camilan yang gurih untuk teman saat bersantai.

Bukan hanya lembaga tertentu saja, keinginan untuk meningkatkan pasokan singkong bahkan secara internasional juga sangat diharapkan oleh para produsen singkong indonesia. Meningkatnya hasil panen dan pemasaran produksi singkong dalam negeri juga memiliki dampak yang sangat positif mulai dari menambah kekuatan daya tahan pangan hingga membuka lapangan pekerjaan baru untuk proses pengolahan singkong.

Sudah sepatutnya para produsen singkong mendapatkan bantuan untuk mengembangkan bisnis mereka. Selain mengembangkan bisnis, ajang seperti ini juga sangat baik untuk mengangkat derajat makanan tradisional khas Indonesia di mata dunia.

Baca juga: 5 Fakta Unik Sarapan Singkong Rebus, Bikin Kenyang tapi Juga Bisa Jadi Racun



Simak Video "Menjajal Tumpang Koyor Khas Salatiga di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com