Bubur Ayam Cilamaya Asli Karawang yang Unik dan Legendaris

Yuda Febrian Silitonga - detikFood Senin, 14 Jun 2021 08:00 WIB
Karawang -

Bubur Cilamaya yang legendaris dan populer ini wajib dicicipi kalau ke Karawang. Bubur yang diberi topping kerupuk dan disiram kuah lezat ini bikin orang ketagihan.

Sebelumnya, Detikcom telah mendapatkan informasi keberadaan peracik bubur Cilamaya. Tidak mudah mencari sosoknya, karena perjalanan menuju kediamannya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Di Desa Sukamulya, Dusun Puloluntas RT 05 RW 02, akhirnya kami menemukan peracik Bubur Cilamaya yang melegenda tersebut, ia bernama Nanang Tasim (42), atau sering disapa Mang Gendut.

Bubur Ayam Cilamaya Asli Karawang yang Unik dan LegendarisBubur Ayam Cilamaya Asli Karawang yang Unik dan Legendaris Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom

Pria paruh baya ini, tinggal di pelosok desa, yang rumahnya tepat berada di antara ladang pesawahan. Saat kami kediamannya, pada pukul 11.00 siang, ia tengah mempersiapkan gerobak buburnya, untuk berjualan Bubur Cilamaya di desanya.

Nanang mengungkapkan, telah berjualan Bubur Cilamaya sejak tahun 1997, dan merupakan generasi ketiga.

"Saya jualan Bubur Cilamaya ini dari tahun 1997, yang sebelumnya itu orang tua yang berjualan, saya ini generasi ketiga, jadi memang usaha turun temurun," kata Nanang yang sering disapa Mang Gendut ini, Minggu (13/6/2021).

Soal racikan Bubur Cilamaya, diakuinya dibuat khas asli Karawang, dengan bumbu rahasia yang berbeda dengan bubur di kota-kota lain.

"Bubur Cilamaya ini khas asli Karawang, sudah dikenal oleh masyarakat, dan sangat berbeda dengan bubur Cirebon, Tasik, dan Bandung yang populer," ungkapnya.

Saat mencicipi, Bubur Cilamaya ini memiliki tampilan cukup menarik, disajikan di mangkok dengan taburan remasan kerupuk mie yang menggunung, juga citarasa yang berbeda dari kuah bumbu kecapnya.

"Sangat berbeda kan dari tampilan, juga rasa kuahnya, yang menjadi ciri khas bubur ini, dengan bubur lainnya," beber pria yang memliki seorang putra.

Bubur Cilamaya ini, dihargai Rp. 10.000 per mangkok atau porsi, dan ia juga menerima jasa pesanan untuk hidangan dalam resepsi atau acara lainnya.

"Jadi per mangkok itu hanya 10 ribu, dan kadang saya terima pesanan juga buat hajatan, atau acara desa, kecamatan," ujarnya.

Bubur Ayam Cilamaya Asli Karawang yang Unik dan LegendarisBubur Ayam Cilamaya Asli Karawang yang Unik dan Legendaris Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom

Sejarah Bubur Cilamaya

Mengenal Bubur Cilamaya dijelaskannya berawal setelah keluar dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik. Kemudian, ia disuruh oleh kedua orang tuanya untuk membantu berjualan Bubur Cilamaya.

"Jadi waktu itu, saya awalnya disuruh oleh Bapak sama Ibu, untuk jualan bubur, awalnya sih ada rasa gengsi, tapi karena saya tidak ada pilihan kerja lagi, akhirnya saya berani berjualan bubur, hingga saat ini, ternyata bisa memberikan kecukupan rezeki bagi keluarga saya," tuturnya.

Dikatakannya, dari penuturan orang tuanya, Bubur Cilamaya ini adalah racikan bubur yang turun temurun, berasal dari paduan dua wilayah antara Brebes, dan Cirebon, hingga terciptalah Bubur Cilamaya ini.

"Jadi kata ibu saya, Bubur Cilamaya ini merupakan paduan dari Brebes, dan Cirebon, seperti kerupuk mie yang berasal dari Brebes, dan bubur nasinya yang memang mirip Cirebon," terangnya.

Hingga kemudian, dengan kuah bumbu rahasianya, menjadi kunci utama dalam perbedaan citarasa bubur di kota-kota lainnya.

"Belum tau tahun berapanya Bubur Cilamaya ini lahir, yang pasti kuah bumbu rahasia menjadi kunci citarasa khas dari Bubur Cilamaya," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan kembali, dalam mempersiapkan kebutuhan dalam membuat bubur Cilamaya, dibutuhkan waktu hingga 6 jam.

"Jadi buat Bubur Cilamaya ini butuh kesabaran, dari menanak nasinya itu yang bagus itu sampai 4 jam, terus kuah bumbunya sampai 2 jam," bebernya.

Adapun cara menyajikannya, bubur ditaruh di mangkok, kemudian ditaburi kerupuk mie yang sudah diremas, diberi topping suwiran ayam lalu tuangkan kuah bumbu rahasianya. Terakhir ditaburi bawang goreng daun bawang.

Selain itu, sebelum pandemi ia mendapatkan omset perharinya itu Rp. 1000.000, namun saat pandemi menurun menjadi Rp. 500.000.

"Dulu mah sampai 100 mangkok atau 1 juta perhari, sekarang 500 ribu perhari," katanya

Di akhir wawancara ia berharap, Bubur Cilamaya yang melegenda ini, bisa populer seperti bubur-bubur di daerah lainnya.

"Saya berharap Bubur Cilamaya ini bukan hanya dikenal di Karawang saja, tapi bisa terkenal di luar, seperti bubur Bandung, Tasik, dan Cirebon," pungkasnya.

Jadi, penasaran untuk cicip Bubur Cilamaya nya, bisa langsung datang saja ke lokasi mangkal Mang Gendut, di pertigaan Pasirkukun, Kecamatan Cilamaya Kulon. Ia mangkal bukan dari pagi, melainkan dari jam 3 sore sampai jam 8 malam.

(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com