Geco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris Punah

Ismet Selamet - detikFood Senin, 25 Jan 2021 10:30 WIB
Geco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris Punah Foto: detikFood/Ismet Selamet
Cianjur -

Makanan khas Cianjur yaitu geco mungkin terdengar asing, bahkan tidak banyak warga Kota Tauco yang mengenal makanan legendaris ini. Apa itu geco?

Nama Geco diambil dari bahan dasar utama makanan ini yaitu taoge atau toge dan tauco. Hampir mirip dengan toge goreng bogor, Geco juga dimasak dengan wajan khusus berisi air. Bahan baku toge direbus selama sekitar 5 menit hingga teksturnya berubah sedikit lembut.

Setelah matang, toge diangkat dan ditaruh di atas irisan ketupat, tahu, dan tempe. Kemudian campuran ini disusun di atas lembaran daun pisang yang menjadi alas makan pengganti piring.

Geco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris PunahGeco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris Punah Foto: detikFood/Ismet Selamet

Sebagai pelengkap, geco diberi tambahan mie aci atau yang juga dikenal mie golosor di atasnya. Tak ketinggalan pelengkap yang paling penting, kuah tauco yang sudah diracik dengan bumbu lainnya. Kuah ini disirami di atas geco dengan tambahan sedikit cuka aren.

Rasa manis, asam, gurih menjadi perpaduan yang sempurna. Membuat lidah begitu dimanjakan. Dan bagi penyuka pedas, bisa ditambahkan sambal cabai merah.

Iding Jaenudin (60), salah seorang penjual geco mengatakan jika makanan khas Cianjur ini begitu populer di tahun 1960 hingga tahun 1990-an.

"Geco ini sudah ada sejak 1947, tapi mulai populer pada 1960. Dari orangtua hingga anak-anak, jajannya Geco. Sekilas Geco ini mirip dengan toge goreng, tapi bumbu tauco yang membedakannya. Rasa unik dari tauco itu yang membuat Geco ini digemari," ujar Iding, Sabtu (23/1/2021).

Geco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris PunahGeco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris Punah Foto: detikFood/Ismet Selamet

Namun seiring perkembangan zaman, kepopuleran Geco meredup tergantikan makanan lain yang lebih modern.

Bahkan menurut Iding, di Cianjur kini hanya tinggal dua pedagang Geco yang masih bertahan. Satu dirinya yang merupakan generasi kedua meneruskan usaha Geco ayahnya, dan satu lagi penjual di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto.

Menurutnya, dalam sehari dia hanya bisa menjual 30 porsi Geco dengan harga per porsi Rp 13.000.

Geco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris PunahGeco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris Punah Foto: detikFood/Ismet Selamet

"Sehari tidak banyak, paling 30 porsi. Kalah dengan makanan dan cemilan lain yang modern dan digemari anak muda sekarang," kata dia.

Tetapi, Iding mengaku tidak akan menutup usahanya. Bahkan ia akan mewariskan usahanya tersebut pada anak perempuannya, agar makanan tradisional khas Cianjur tidak akan lenyap tergerus perkembangan zaman.

"Saya jualan untuk juga melestarikan makanan khas. Saya juga yakin nanti semakin banyak yang kembali membeli geco. Sekarang juga sudah mulai anak muda yang beli. Biasanya yang dibawa orangtuanya mencoba, kemudian ketagihan," ungkapnya.

Geco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris PunahGeco, Racikan Toge Goreng Khas Cianjur yang Nyaris Punah Foto: detikFood/Ismet Selamet

Wawan Sutiawan (26), pembeli, mengaku sering membeli geco khas Cianjur karena rasanya yang unik. Ia mengaku tahu makanan tersebut dari temannya.

"Awalnya ada teman ngajak makan Geco. Waktu itu bingung, apa Geco, karena belum pernah dengar dan makan. Tapi setelah mencoba, rasanya enak dan unik. Makanya cukup sering beli," ungkapnya.



Simak Video "Melihat Pabrik Roti Tan Keng Cu yang Legendaris"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com