Es Krim yang Mengandung Virus Corona Ditemukan di Tianjin China

Tim Detikfood - detikFood Sabtu, 16 Jan 2021 09:30 WIB
es krim jepang Foto: Istimewa
Jakarta -

Petugas kesehatan di Tianjin, China, berhasil mendeteksies krim buatan dalam negeri yang mengandungvirus corona (Covid-19) pada Kamis (14/1) kemarin.

Dilansir Asia One, Jumat (15/1) es krim yang mengandung virus corona itu ditemukan setelah petugas memeriksa tiga contoh produk merek Daqiaodao.

Produsen menyatakan bahan baku es krim itu termasuk susu bubuk buatan Ukraina dan bubuk dadih (whey mist) asal Selandia Baru.

Akibatnya pemerintah kota setempat memerintahkan Daqiaodao menutup sementara gudang pendingin mereka yang menyimpan es krim yang mengandung virus corona.

Menurut Daqiaodao, mereka sudah memproduksi 4.836 kotak es krim, dan 1.812 di antaranya sudah dijual ke berbagai daerah.

Dilansir dari CNN Indonesia (15/1) saat ini pemerintah setempat menyegel 2.089 kotak es krim. Di dalam setiap kotak berisi enam buah kemasan es krim dengan berat masing-masing 450 gram.

Mereka menyatakan 935 boks yang akan dijual ke pedagang setempat belum seluruhnya laku. Saat ini tercatat ada 65 boks yang sudah terjual ke para pedagang kecil di Tianjin.

Various types of ice creamEs Krim yang Mengandung Virus Corona Ditemukan di Tianjin China. Foto: iStock

Pemerintah setempat lantas meminta para pedagang kecil yang membeli es krim itu untuk melapor jika mengalami gangguan kesehatan atau menampakkan gejala Covid-19.

Selain itu, pemerintah kota Tianjin juga langsung menghubungi pemerintah kota lain untuk melacak keberadaan es krim yang mengandung Covid-19 itu.

Dikutip dari detikhealth (19/9) soal maraknya temuan China atas patogen COVID-19 di kemasan makanan impor, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hingga saat ini tidak ada bukti penularan virus Corona melalui makanan.

"Saat ini tidak ada bukti bahwa makanan ikut serta dalam penularan virus Corona. Orang tidak boleh takut pada makanan atau pengemasan makanan, atau pemrosesan dan pengiriman makanan. Makanan sangat penting," tutur Direktur eksekutif program darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr Mike Ryan beberapa waktu lalu.



Simak Video "Makanan Siap Masak dan Siap Makan Jadi Tren di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com