Sasa Catat Rekor MURI Bagikan Masker Terbanyak dalam 1 Hari

Nurcholis Maarif - detikFood Selasa, 17 Nov 2020 12:20 WIB
Sasa Foto: Sasa
Jakarta -

Sasa menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Lewat program Sasa Care Traveler, Sasa menjadi pemegang rekor pembagian masker terbanyak dalam 1 hari yang dilakukan serentak di berbagai stasiun kereta api.

Program pencetak rekor ini dilakukan di tiga stasiun tersibuk di Jabodetabek, yaitu Stasiun Jakarta Kota, Tanah Abang, dan Bogor. Sasa tak hanya membagikan masker dan face shield, tetapi sebuah kipas berisikan resep makanan yang dapat meningkatkan imunitas.

Selain itu, Sasa berhasil memenuhi targetnya dalam membagikan tiga ribu helai masker dan face shield dalam total waktu di bawah 100 menit.

Ia menjelaskan rekor MURI ini menjadi bukti kerja nyata dari rangkaian kegiatan kepedulian Sasa Care Traveler kepada masyarakat Indonesia, khususnya pada sektor pariwisata yang tidak hanya di Jakarta, tetapi di Tangerang dan Semarang, Jawa Tengah.

Presiden Direktur PT Sasa Inti, Rudolf Tjandra, mengatakan kegiatan Sasa Care Traveler ini dilakukan untuk mengangkat setiap keunikan budaya lokal dari masyarakat setempat serta mendorong minat dan ketertarikan masyarakat Indonesia untuk kembali mengunjungi obyek-obyek wisata Indonesia setelah pandemi usai agar kembali ramai dikunjungi.

Kegiatan tersebut dilakukan di Pasar Ikan Muara Baru, Kota Tua Jakarta, Pasar Lama Tangerang, Pasar Kue Subuh Senen, Pusat Lesehan Melawai, Pasar Ular Tanjung Priok, Petak Sembilan Glodok, Pasar Baru, dan berbagai lokasi wisata di Semarang seperti Taman Indonesia Kaya, Lawang Sewu, Balai Kota Semarang, Kota Lama Semarang, dan Galeri Batik Meteseh.

Menurut Rudolf, hal ini tentunya juga sejalan dengan program Pemerintah Indonesia yang berkomitmen untuk memulihkan pariwisata Indonesia di era kenormalan baru.

SasaSasa Foto: Sasa

Rangkaian kegiatan ini mendukung program Kemenparekraf/Baparekraf yang berfokus pada segmen wisatawan nusantara (wisnus) sebagai langkah awal pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19 lewat kampanye #DiIndonesiaAja.

"Wisnus ini akan menjadi harapan bagi percepatan pemulihan sektor pariwisata Indonesia dalam mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol Cleanliness, Health, and Safety (CHS)," ujar Rudolf dalam keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

"Ini juga menjadi awalan baru bagi kami untuk bisa melaksanakan program yang dulu bersifat charity hingga menjadi program yang memiliki manfaat berkelanjutan (sustainability) serta memberi nilai manfaat bagi perusahaan (Corporate Social Value)," imbuh Rudolf.

Ia menjelaskan Sasa melalui kegiatan Sasa Care Traveler ingin memberikan pengalaman edukatif tak terlupakan bagi masyarakat setempat serta terus melakukan inisiatif digital untuk menginspirasi wisatawan nusantara. Sehingga saat kondisi sudah memungkinkan untuk melakukan pariwisata, mereka akan memilih berlibur dan berwisata di Indonesia dengan segala kearifan lokalnya.

Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Sasa Inti, Rida Atmiyanti mengatakan pandemi masih belum selesai, tetapi ini menjadi alasan kenapa pihaknya harus tetap bergerak membantu masyarakat Indonesia yang terdampak. Ini agar mereka mengerti bagaimana cara untuk tetap sehat dan semangat beraktivitas di era yang penuh tantangan baru ini.

"Untuk itulah, Sasa melalui Sasa Care Traveler juga bekerja sama dengan para mahasiswa fakultas kedokteran dari beberapa universitas di Jakarta memberikan penyuluhan singkat mengenai protokol kesehatan kepada para pekerja harian, pedagang, maupun pengrajin di sekitar obyek wisata tersebut," ujar Rida.

Selain memberikan edukasi kesehatan dan membagikan APD di masa pandemi, program ini juga bertujuan menghasilkan konten media sosial yang membangkitkan kerinduan masyarakat Indonesia mengenai lokasi obyek wisata tersebut.

(ads/ads)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
DRooftalk
×
Lebaran Dilarang Mudik
Lebaran Dilarang Mudik Selengkapnya