Bandeng Presto dari Demak Tanpa Bahan Pengawet dengan Harga Bersaing

Mochamad Saifudin - detikFood Rabu, 11 Nov 2020 09:45 WIB
Bandeng Presto dari Demak Foto: detikFood/Mochamad Saifudin
Jakarta -

Berjarak tak terlalu jauh dari Semarang, Demak juga punya produk bandeng presto yang istimewa. Tanpa bahan pengawet dan tahan disimpan hingga seminggu.

Menyebut bandeng presto orang akan teringat pada kota Semarang. Karena produk ini merupakan ikon oleh-oleh kota Semarang.

Hampir sebagian besar ikan bandeng dipasok dari daerah sekitar Semarang termasuk Demak. Tetapi Demak juga punya banyak produk bandeng presto yang tak kalah kualitasnya dengan Semarang.

Seperti bandeng presto Sriwulan yang ikut tampil di pusat oleh-oleh Demak di Area Komplek Masjid Agung Demak, yang diresmikan kemarin (10/11). Keistimewaannya harga bandeng presto tersebut bersaing di pasaran lantaran bahan baku dari petani tambak setempat.

"Bandeng yang sudah saya kemas seperti ini, bisa bertahan sampai satu minggu. Tanpa bahan pengawet bisa tahan lama. Dalam prosesnya saya menggunakan bahan alami, seperti jahe, lengkuas, sereh. Itu saya gunakan untuk bahan rebusan. Harga satu paket sederhana dengan berat sekitar 0,5 kg Rp 35 ribu," jelas pemilik Bandeng Presto Sriwulan, Susmadi. ditemui detikcom dalam peluncuran pusat oleh-oleh Demak di Area Komplek Masjid Agung Demak, Selasa (10/11/2020).

Selain itu, lanjutnya, proses olahan bandeng prestonya tersebut dipanggang dalam oven, dan kadarnya mampu turun sampai 45 persen. Menurut Pak Susmadi yang disapa Pak Sus, usaha bandeng presto tersebut sudah ia jalani sejak 2014.

Bandeng Presto dari DemakBandeng Presto dari Demak Foto: detikFood/Mochamad Saifudin

Ia mengaku sejak adanya pandemi penjualan hasil olahannya tersebut sebagian besar dari pasar online.

Baca Juga: Asyiknya Makan Bandeng Tanpa Diganggu Duri

"Sejak pandemi omset turun 70 persen. Sebulan saat ini Rp 9 juta. Pengiriman sudah ke berbagai daerah, Jakarta, Bekasi, Banten melalui online," jelas pemilik olahan bandeng presto produksi rumahan berlokasi di Perumahan Pondok Raden Fatah, Blok K1, nomer 3, RT 6, RW 3, Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak itu.

Pak Sus menambahkan, terkait harga relatif bersaing dengan pasaran lantaran bahan baku yang tersedia. Menurutnya, olahan bandeng yang sudah terkenal di luar Demak, kerapkali mengambil bahan baku di Demak, seperti Desa Sriwulan dan Tambakbulusan.

Bandeng Presto dari DemakBandeng Presto dari Demak Foto: detikFood/Mochamad Saifudin

Sementara ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Paradigma Baru Kabupaten Demak, Masnuah mengatakan, terdapat seratus lebih produk unggulan di Pusat Oleh-oleh Kabupaten Demak. Dia menyebut dari olahan hasil pertanian, tangkap ikan, dan lainnya. Seperti halnya, bandeng presto, manisan jambu, dan sebagainya.

"Produk UMKM di Demak baru kali ini berada di Pusat Oleh-oleh Demak, sebelumnya berada di pusat oleh oleh daerah lain," jelasnya.

Baca Juga: Bandeng, Si Ikan Susu yang Kaya Mineral dan Asam Lemak Esensial



Simak Video "Kreatif! Penjual di Boyolali Bikin Mie Ayam Warna Pelangi"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/yms)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com