Pemkab Situbondo Siapkan Lahan Marginal 1.000 Hektar Untuk Tanaman Sorgum

Ghazali Dasuqi - detikFood Senin, 28 Sep 2020 10:15 WIB
Segar dan Manisnya Sirup Sorgum di Situbondon Ini Bikin Penasaran Foto: Ghazali Dasuqi / detikcom
Situbondo -

Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana untuk mengembangkan tanaman sorgum. Selain potensinya besar, tanaman sorgum juga mampu tumbuh di lahan marginal.

Saat ini sudah ada 80 hektar lahan marginal yang ditanami sorgum.
Angka tersebut, dari 1.000 hektar lahan marginal yang ditargetkan hingga akhir tahun ini. Bahkan, sebelum musim hujan mendatang tanaman sorgum sudah diperkirakan tertanam di atas lahan 130 hektar.

"Nah, dari luas tanaman itu nantinya kita akan menentukan bibit benih yang akan ditebar. Sampai akhir tahun ini, ada 1.000 hektar lahan marginal yang disiapkan. Itu lahan masyarakat yang sudah menyatakan ketertarikannya menanam sorgum," kata drh Hasanudin Riwansiyah, salah satu tokoh sorgum Situbondo, Minggu (27/9/2020).

Segar dan Manisnya Sirup Sorgum di Situbondon Ini Bikin PenasaranSegar dan Manisnya Sirup Sorgum di Situbondon Ini Bikin Penasaran Foto: Ghazali Dasuqi / detikcom

Baca Juga : Pertama di Dunia, Indonesia Punya Gula Pasir Berbahan Sorgum

Di masa pandemi ini, sorgum juga bisa menjadi alternatif pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Hal itu, ternyata sejalan dengan keinginan banyak masyarakat. Sebab, di musim kemarau ketersediaan air untuk lahan pertanian terbatas. Belum lagi ketersediaan pupuk bersubsidi yang semakin susah.

"Padahal, hasilnya beras sorgum itu juga sangat bagus dikonsumsi," papar drh Hasanuddin.

Menurut pria yang akrab disapa drh Udin itu, beras sorgum saat ini sudah mulai banyak beredar di pasaran. Namun kisaran harganya cukup tinggi, yakni mencapai Rp 30 ribuan per kilogram. Tidak berlebihan, karena beras sorgum memang memiliki sejumlah kelebihan. Selain rasanya yang khas, mengonsumsi beras sorgum juga bisa membuat tubuh lebih sehat.

gula pasir sorgumsorgum Foto: dok. detikFood

"Bapak Bupati dan beberapa kiai di Situbondo beberapa bulan ini sudah beralih ke beras sorgum. Katanya di tubuh terasa lebih bugar. Kalau soal harga pasaran memang tinggi. Tapi kalau mau kita kelola sendiri, harganya jauh bisa ditekan," papar pria yang juga Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Situbondo itu.

Baca Juga : Sorgum Bisa Jadi Alternatif Sehat Beras yang Tinggi Protein



Simak Video "Sensasi Rasa Dawet Hitam, Lebih Kenyal dan Gurih"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)