Cerita Sukses 'Dapur Mak Uti' Bisa Berdayakan Ibu-ibu Saat Pandemi

Yudistira Imandiar - detikFood Senin, 03 Agu 2020 12:20 WIB
Grab Foto: Grab
Jakarta -

Bermula dari hanya berjualan sambal, Raras T Pramudya mengembangkan bisnisnya dengan membuka usaha kuliner 'Dapur Mak Uti'. Dalam menjalankan bisnisnya, Raras melibatkan ibu-ibu di sekitar rumahnya.

"Dapur Mak Uti, awalnya itu cuma jualan sambel. Kebetulan, sambel tuh, makanan yang aku suka makan bareng keluarga," kata Raras seperti dikutip detikFood dari Instagram resmi Grab Indonesia, Senin (3/8/2020).

"Nah, entah kenapa, ngeliat ibu-ibu di sekitaran rumah banyak yang nganggur, aku kok pengen ajak mereka terlibat jualan sambel ini, jadiin ini usaha beneran, siapa tau bisa jadi gede," cerita Raras.

Secara bertahap Dapur Mak Uti memperluas cakupan bisnis, lebih dari sekadar berjualan makanan. Raras menerima paket makanan untuk pernikahan atau kebutuhan katering lainnya, mengandalkan sambal dan lauk pauk racikannya.

"Kalo lagi rame, sampai pake 3 freelancer ibu-ibu di sekitaran rumah," tutur Raras.

Namun, Dapur Mak Uti tak kuasa menahan benturan pandemi COVID-19. Di awal Maret 2020, untuk kali pertama Raras harus menutup sementara usahanya.

"Pekerjaan bener-bener stop," kata Raras.

Namun, ia tak lantas berpasrah pada keadaan. Ia mencoba menjajaki peluang lain untuk tetap menjalankan usaha.

"Akhirnya, mikir, Online kali ya, jualan di WA, dan jaringan toko online. Orang pesen online, nanti dikirim Grab," beber Raras.

Inovasi bisnis tersebut membuahkan hasil. Pesanan berdatangan, hingga puncaknya ramai pemesan di kala Lebaran.

"Banyak yang pesen buat hampers (parsel), sekeluarga turun tangan. Satu henpon ga cukup, minjem henpon suami. Minta sore dikirim, banyak banget! Kewalahan, tapi aku seneng," tutur Raras antusias.

"Best-seller aku, Bebek Madura, fokusnya tetap di sambelnya. Bisa sharing sama keluarga, jadi seporsinya banyak!," sebut Raras.

Raras mengungkapkan selama pandemi ini ia turut fokus membantu usaha orang-orang di sekitarnya. Salah satu inovasi yang ia jalankan, yaitu membuat frozen food.

"Warung baso saudara aku, juga tutup. Itu aku ajakin, mau ga kukenalin basonya via Dapur Mak Uti? Dari mau bantuin jual baso, eh jadi berinovasi bikin frozen. Sekarang lagi fokus, mau bikin makanan Indonesia lainnya, selain baso, yang bisa frozen," paparnya.

Ia mengaku usaha frozen foodnya belum bisa stabil, namun ia berupaya untuk terus menjajaki setiap peluang bisnis. Bukan hanya untuk mengejar kesuksesan pribadi, tapi juga untuk membantu orang-orang di lingkungannya.

"Mimpi besarnya bisa ready stok. Kalo produknya makin banyak yang kenal, kaya kemarin aku coba jualin di Pasar Kagetnya GrabFood, aku pengennya bisa gaji bulanan ibu-ibu di sekitaran rumah, yang masih freelancer. Jadinya perputaran ekonomi ga cuma buat kita, tapi juga buat lingkungan kita. Semuanya jadi terlibat, bisa #TerusUsaha," sahut Raras.



Simak Video "Bakso 'Pandemi' Raup Untung di Tengah Lesunya Bisnis Akibat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)