Keong Sawah Diolah Jadi Gulai, Botok hingga Keong Gemes di Pekalongan

Robby Bernardi - detikFood Jumat, 26 Jun 2020 11:30 WIB
Olahan keong sawah Foto: Robby Bernardi/dok. detikcom
Pekalongan -

Keong sawah jadi menu favorit di Pekalongan. Olahannya beragam dan tergolong kekinian. Misalnya keong gemes yang dipadu jamur, jagung, hingga sayuran.

Selama ini keong sawah banyak dijual saat Ramadhan, bahkan jadi menu takjil favorit. Sekarang menikmati olahan keong sawah tak usah tunggu bulan puasa. Keong sawah jadi menu utama di sebuah rumah makan di Kota Pekalongan.

Keong sawah atau dalam bahasa latinnya Pilla ampulacea adalah sejenis siput yang hidup di air tawar. Meski sering dianggap hama oleh para petani, keong sawah memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi bila diolah dengan benar. Daging keong sawah tergolong tinggi kalsium dan rendah kolesterol sehingga aman dikonsumsi serta baik untuk kesehatan.

Olahan keong sawahOlahan keong sawah Foto: Robby Bernardi/dok. detikcom

Marlin (52) warga Setono, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan memiliki ide untuk menjadikan keong sawah sebagai menjadi menu utama di rumah makannya. Sudah dua tahun ia mendirikan Warung Busan dan mengolah keong menjadi ragam menu, mulai dari gulai keong, keong gemes hingga masakan tradisional lainnya yakni botok.

"Saya sudah dua tahun (berjualan). Awalnya, karena saya suka keong. Karena itu, saya mulai menggagas bagaimana jika keong kita jadikan menu utama dalam sebuah warung makan," kata Marlin.

Cara pengelohanyapun menjadi kuliner kekinian, enak dilihat dan menggugah selera karena aromanya. "Keong di tempat saya, dikreasikan menjadi mix. intinya, ingin meningkatkan keong sawah menjadi makanan yang lebih enak," kata Marlin.

Olahan keong sawahOlahan keong sawah Foto: Robby Bernardi/dok. detikcom

Ada beberapa menu keong sawah, diantaranya keong games, gulai keong, keong botok dan menu lainya seperti pindang tetel dan sop balungan. Menu favorit di sini yaitu keong gemes. Keong gemes itu isinnya, keong, jamur, cimpring, jagung, dan sayuran," katanya.

Menurut Marlin, menu keong gemes ini, banyak disukai ibu-ibu dan anak muda. Dalam sehari, Marlin menghabiskan 15-20 kg keong. Untuk mengolahnya keong sawah direbus sampai tiga kali. Hal ini agar dagingnya bersih, empuk, dan tidak amis.

Beragam olahan keong sawah ini dijual dengan harga termurah Rp 10 ribu dan yang termahal Rp 25 ribu. Triani (40), salah satu pelanggan warung keong mengatakan, aneka olahan masakan keong ini tidak menjadikan dirinya bosan berkunjung ke warung Marlin.

Olahan keong sawahOlahan keong sawah Foto: Robby Bernardi/dok. detikcom

"Umumnya keong kan dimasak pakai kelapa muda. Ini pakai bumbu gulai ditambah cempiring, wah seger, pedas ada asam-asamnya," katanya.

Namun, yang menjadi makanan favoritnya yakni gulai keong. "Keong disini, dagingnya enak, tidak amis, bumbunya terasa, dan dagingnya empuk," katanya.

Olahan keong sawahOlahan keong sawah Foto: Robby Bernardi/dok. detikcom

Hal yang sama dikatakan Edi Mustofa (38). Menurut Edi, masakan keong mudah didapat saat bulan ramadhan. Namun sudah setahun belakang ini, dirinya langganan di warung keong milik Marlin. "Olahanya banyak. Aromanya menggoda, sekali kita makan akan tergoda. Harganyapun, terjangkau," katanya.

Nah, bagi anda penikmat kuliner keong yang kebetulan sedang berada di Kota Pekalongan, tidak salahnya mampir dan menjajal menu-menu khas berbahan keong sawah. Lokasi Warung Busan Keong berada dekat Jalur Pantura, tepatnya di belakang asrama Mako Brimob Pekalongan.



Simak Video "Bikin Laper: Jajal Lamb Mandi Khas Timur Tengah di BSD City"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)