Ginger Bread House Menyemarakkan Natal

Ginger Bread House Menyemarakkan Natal

- detikFood
Kamis, 22 Des 2005 10:31 WIB
Jakarta - Di Eropa pembuatan Ginger Bread House dalam menyambut Natal merupakan suatu tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Dalam tradisi itu, para ibu akan membuat ginger bread dalam berbagai bentuk unik dan lucu. Kemudian, kue-kue itu akan dibagi-bagikan pada anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu natal di lingkungan mereka. Tradisi Ginger Bread House ini kemudian dijadikan tradisi pula oleh Hotel Shangri-la Jakarta selama bertahun-tahun. Setiap tahun dalam menyambut Hari Raya Natal, Hotel Shangri-la Jakarta selalu membuat sebuah ginger bread house yang tahun ini diletakkan di dalam Lobby Lounge. Ginger bread house tersebut merupakan hasil karya tim Artist Kitchen I Nyoman Sukardji dan Herry Pujiantoro serta Executive Pastry Chef Frank Braun. Pemasangan Rumah Roti Jahe dikerjakan dalam waktu 3 hari dan menghabiskan madu 96 kg, gula pasir 72 kg, tepung 200 kg, kayu manis 600 gr, rempah-rempah 6 kg, susu segar 24 liter dan telur 600 butir. Sedangkan untuk dekorasinya menghabiskan tak kurang dari 300 kg icing sugar. Di depan Rumah Roti Jahe ini tersedia berbagai ragam kue kering, cake, coklat serta aneka pilihan hantaran (hampers) khas Natal yang menarik yang tepat diberikan sebagai hadiah bagi keluarga atau rekan bisnis untuk acara-acara Natal dan Tahun Baru, seperti: Cinnamonstar, Mailander Cookies, Totenbeinli, St. Gallener Biberli, Achener Spitzkuchen, Basler Leckerli, Vanila Gipfel, Christmas Fruit Cake, Gingerbread House, Gingebread Star, Gingerbread Boot, Gingerbread Tree, Chocolate Christmas House, Chocolate Santa's Car, Santa Claus with Scooter, Santa Claus with child, Santa Claus with Bag, dan lain-lain. Hotel Nikko Jakarta pun tak mau ketinggalan, mereka menyulap The Olive Tree Bake Shop menjadi sebuah gingger bread house raksasa. Seluruh dinding Bake Shop itu dilapisi oleh ginger bread, bahkan hisan-hiasan dinding yang digantung di ginger bread house itu pun terbuat dari ginger bread dan icing sugar. Menurut Executive Chef Setyanto dan Pastry Chef Sapto Wibowo yang bertanggung jawab atas pembuatan ginger bread house, waktu yang diperlukan untuk menutup semua The Olive Bake Shop dengan ginger bread adalah sepuluh hari. Dengan bahan baku 280 kg tepung terigu, 140 kg madu, 42 liter susu segar, 70 kg rempah-rempah yang terdiri dari ginger powder, nutmeg, cinnamon powder, 140 kg gula palem, 280 butir telur, dan 100 kg royal icing. Bahan-bahan ini kemudian diolah menjadi ginger bread seberat 730 kg yang digunakan untuk membangun ginger bread house seluas 6m x 8m x 4m. Hasilnya sungguh menarik, persis seperti ginger bread house dalam buku cerita atau dongeng yang sering kita dengar. Ketika melangkahkan kaki ke dalam ginger bread house itu, aroma ginger dan cinnamon akan langsung tercium hmmmm...!Tidak hanya itu, di dalamnya masih ada sebuah ginger bread house dalam ukuran yang lebih kecil. Gingger bread house versi kecil itu dikelilingi dengan ginger bread dalam berbagai ukuran dan bentuk. Ada gingger bread house kecil, kaos kaki, bulan sabit, tongkat, little ginger man, dan aneka bentuk lucu lainnya. Di samping ginger bread, ada juga kue-kue berlapis cokelat warna-warni dengan aneka bentuk menarik seperti Santa Claus, lonceng, dan pernak-pernik Natal lainnya. Selain ginger bread, The Bake Shop juga menyediakan hampers aneka cakes, daging kalkun utuh, sapi panggang tersedia di sini. Ginger bread house ini rencananya akan dipajang mulai dari 15 Desember 2005-6 Januari 2006. Di mana pun hotel pilihan Anda, yang pasti Natal semakin semarak dengan kehadiran ginger bread house. Meskipun salju tidak akan turun si Jakarta pada malam Natal nanti, tetapi kehadiran ginger bread house menambah semangat Natal semakin semarak. Merry X-mas! (lil/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads