Larangan Mudik Jadi Derita Bagi Pedagang Sate Kambing di Brebes

Imam Suripto - detikFood Kamis, 21 Mei 2020 14:00 WIB
Warung sate kambing di Brebes Foto: Imam Suripto/dok. detikcom
Brebes -

Dampak larangan mudik di tengah pandemi COVID-19 sangat dirasakan pemilik warung sate di jalur pantura. Harapan mengais untung saat musim mudik harus kandas diterpa pandemi ini.

Jalur pantura Brebes, merupakan jalur paling sibuk di pulau Jawa. Saat musim arus mudik, setiap hari jalur ini dilalui ribuan kendaraan dari Jakarta. Meningkatnya volume kendaraan saat mudik inilah yang dimanfaatkan para pengusaha warung makan di jalur pantura untuk mengais rezeki.

Warung sate kambing di BrebesWarung sate kambing di Brebes Foto: Imam Suripto/dok. detikcom

Namun harapan mendapat untung dari menjaring pemudik ini tinggal angan angan. Sebabnya tak lain serangan virus Corona yang memicu kebijakan larangan mudik.

Salah satu warung yang terdampak adalah warung sate Suharjo yang berada di Jalan A Yani Brebes. Satu tahun lalu ketika musim mudik, warung sate ini bisa menghabiskan 20 ekor kambing seriap hari.

Tingginya omzet penjualan ini karena serbuan pemudik yang mampir di warung ini. Selain itu, para perantau yang mudik di kampung kerap bernostalgia dengan kuliner ini.

Warung sate kambing di BrebesWarung sate kambing di Brebes Foto: Imam Suripto/dok. detikcom

"Saat seperti ini bisa motong 20 ekor kambing. Banyak pemudik yang mampir sekalian istirahat. Juga warga Brebes yang merantau biasa berdatangan makan disini," tutur Tini Suharjo (49) selaku pemilik warung saat ditemui detikcom pada Rabu (20/5/2020) sore.

Tini membandingkan, mudik tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun lalu. Mudik kali ini, jalan masih terlihat masih sepi, belum ada lonjakan. Pandemi COVID-19 dan pemberlakuan larangan mudik menjadi penyebabnya.

Warung sate kambing di BrebesWarung sate kambing di Brebes Foto: Imam Suripto/dok. detikcom

Pengusaha warung sate ini mengungkapkan, omzet penjualannya saat ini turun drastis. Biasanya bisa menghabiskan 20 ekor kambing sehari saat mudik, kini hanya mampu memotong 5 ekor.

"Sekarang ini ya paling banyak 5 ekor. Itu pun untuk menyediakan pelanggan di Brebes saja," sambung Tini.

Warung sate kambing di BrebesWarung sate kambing di Brebes Foto: Imam Suripto/dok. detikcom

Warung Sate Suharjo merupakan destinasi kuliner yang sudah cukup kondang di Brebes. Daging satenya cukup besar dan empuk, sehingga digandrungi oleh warga. Selain itu harganya cukup terjangkau yakni Rp 100 ribu per kodi atau 20 tusuk.

"Sudah langganan keluarga mas, satenya empuk dan besar besar," kata Linda (32), salah seorang pembeli.

Warung sate kambing di BrebesWarung sate kambing di Brebes Foto: Imam Suripto/dok. detikcom

Saat bulan ramadhan, warung sate ini banyak didatangi warga yang akan memborong sate untuk buka puasa. Selain sate, warung ini juga menyediakan menu lain seperti gulai dan sop kambing.



Simak Video "Nasi Berkat, Berkah Mengenyangkan di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)