Berkah Ramadhan, Petani di Pekalongan Sehari Jual 30 Kg Kolang-Kaling

Robby Bernardi - detikFood Rabu, 29 Apr 2020 09:00 WIB
Petani kolang-kaling di Pekalongan Foto: Robby Bernardi / dok. detikcom
Pekalongan -

Ramadhan identik dengan takjil berbahan kolang-kaling. Tak heran penjualan buah dari pohon aren ini melonjak drastis. Di Pekalongan, petani bisa jual hingga 30 kg kolang-kaling per hari.

Datangnya Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi petani kolang-kaling. Seperti halnya warga di Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Mereka mendapat banyak permintaan buah kolang-kaling. Tak heran kalau semua anggota keluarga petani terlibat dalam proses panen dan masak buah pohon aren ini.

Petani kolang-kaling di PekalonganPetani kolang-kaling di Pekalongan Foto: Robby Bernardi / dok. detikcom


Biasanya, para pemilik pohon aren akan membuka tenda di sekitar pohon aren. Mereka juga menyediakan tungku untuk memasak buah kolang-kaling. Seperti yang dilakukan salah satu petani, Sri Subekti (36) Warga Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang. Ia membuka tenda untuk memanen satu pohon aren sekaligus memasaknya di lokasi.

"Sudah dua hari ini kita disini. Panen setahun sekali," katanya. Dalam panen kolang-kaling ini dirinya melibatkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anaknya.

Petani kolang-kaling di PekalonganPetani kolang-kaling di Pekalongan Foto: Robby Bernardi / dok. detikcom

Buah kolang-kaling yang dipanen biasanya dipotong dari tangkal buah yang bergerombol-gerombol. "Setelah dipanen, kita pisahkan satu persatu buahnya dari gerombolan buah. Baru kita rebus," ucap Sri Subekti.

Setelah matang, buah aren kemudian didinginkan untuk dikupas. Proses inilah yang membutuhkan banyak tenaga. Kulit buah dikupas, dipisahkan dengan isi daging buah yang berwarna putih ini. Satu buah bisanya berisi dua sampai tiga isi.

"Kelupas kulit ini yang mebutuhkan banyak tenaga. Makanya kita satu keluarga biasanya kerja bakti," tambahnya.

Petani kolang-kaling di PekalonganPetani kolang-kaling di Pekalongan Foto: Robby Bernardi / dok. detikcom

Julechah Rosita Dewi siswi kelas X SMK ini salah satunya. Di tengah libur karena pendemi Corona dirinya lebih memilih ke kebun bersama keluarga lainnya untuk membantu mengupas kulit buah kolang-kaling.

"Ya mumpung liburan lumayan buat nambah-nambah uang sekolah saat berangkat kembali ke sekolah," ucap Julachah.

Setelah terkumpul isi buah kolang-kaling yang berwarna putih ini, biasanya mereka jual ke pasar. Dalam sehari, menurut Sri Subekti dirinya bisa menjual 20-30 kilogram kolang-kaling ke pasar.

Petani kolang-kaling di PekalonganPetani kolang-kaling di Pekalongan Foto: Robby Bernardi / dok. detikcom


"Kita jual ke pasar Karanganyar. Sehari bisa terkumpul 20 kilogram. Kalau orang yang membantu (kelupas) banyak ya bisa 30 kilo gram," kata Sri Subekti.

Ia menjual buah kolang-kaling ke pasar sekitar Rp 7 ribu per kilo gram. "Ya kebanyakan yang membeli toko-toko dan pedagang lainnya. Kalau pas bulan seperti ini (puasa) bisa laku Rp 7.000 per kilo gram (ke pedagang atau pengepul). Kalau hari biasanya hanya Rp 3.000 per kilonya," katanya.

Buah kolang-kaling ini kemudian akan kembali dicuci oleh para pedagang dan dijual kembali. Harga per kilo gram kolang-kaling di pasaran untuk saat ini bisa mencapai lebih dari Rp 14 ribu.



Simak Video "Nyamannya Belanja di Pasar Modern Fresh Market Pantai Indah Kapuk"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)