Terdampak Corona, Warung-warung Kuliner Solo Sepi Hingga Tutup

Bayu Ardi Isnanto - detikFood Selasa, 07 Apr 2020 15:16 WIB
warung kuliner di solo tutup Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikfood
Solo -

Dampak wabah virus Corona terasa hingga ke berbagai sektor, salah satunya bisnis kuliner. Solo yang dikenal sebagai kota kuliner pun tak berkutik dengan pandemi ini.

Sejak virus mematikan itu masuk ke Indonesia hingga Solo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), jumlah pengunjung warung-warung kuliner menurun drastis. Akibatnya, warung sepi bahkan ada yang terpaksa tutup.

Seperti warung Selat Mbak Lies di Kampung Serengan Gang II/42, Kelurahan Serengan, Solo terpaksa tutup karena sepinya pembeli.

warung kuliner di solo tutupwarung kuliner di solo tutup Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikfood

Baca juga : Bikin Nagih! 7 Menu Sarapan Khas Solo Ini Lezatnya Melegenda

"Jumlah pembeli drop, warung sangat sepi. Terpaksa kami tutup sejak 25 Maret sampai waktu yang belum ditentukan," kata Junianto Setyadi, suami pemilik warung, Wulandari Kusmadyangrum alias Lilis, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, biaya operasional warung sudah ditekan habis-habisan. Pengurangan karyawan pun belum bisa menutup biaya operasional.

"Beruntung kami dapat keringanan pajak dari pemkot selama tutup," ujar dia.

Berbeda dengan tempat wisata kuliner lain, seperti Warung Sate Pak Manto di Jalan Honggowongso, Sriwedari, Solo. Warung tersebut tetap buka meskipun sepi.

"Jumlah pengunjung menurun 90 persen. Tapi kami tetap buka, kasihan karyawan kami kalau tidak ada pemasukan," ujar pengelola warung, Desi Paulina.

Selama buka, warung tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan. Pihaknya menyediakan tempat cuci tangan khusus di depan warung dan para karyawan harus mengenakan masker.

"Sesuai edaran Pemkot Solo, warung buka jam 11.00 WIB sampai 20.00 WIB," ungkapnya.

warung kuliner di solo tutupwarung kuliner di solo tutup Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikfood


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, membenarkan adanya penurunan wisatawan, termasuk di sektor kuliner.

"Penurunannya sampai ke titik nol. Yang beli biasanya bukan wisatawan," ujar Hasta.

Hasta juga mengingatkan kepada pemilik warung yang masih buka untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Seluruh anjuran pemerintah harus ditaati. Dan kami sarankan lebih baik memerima pesanan take away saja," pungkasnya.

Baca juga : 10 Kuliner Legendaris yang Enak Ini Menanti Kamu di Solo



Simak Video "Bikin Laper: Sate Buntel, Gulai Jawa dan Nasi Liwet "
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)