Imbas Wabah Corona, 'Pawon Mboke' Memilih Tutup

Robby Bernardi - detikFood Selasa, 07 Apr 2020 09:45 WIB
pawon mboke pekalongan Foto: Robby Bernardi/DETIKCOM
Pekalongan -

Penerapan karantina wilayah berimbas pada tutupnya banyak usaha kuliner. Seperti warung laris 'Pawon Mboke' yang juga menutup sementara usahanya.

Bukan tanpa sebab pemilik warung makan tutup warung. Selain jumlah pelangganya yang menurun, juga karena mengikuti himbauan dari pemerintah. Salah satu warung makan yang memilih tutup adalah 'Pawon Mboke', yang berada di jalan Kurinci 34 Kota Pekalongan.

Rumah makan ini, memilih tutup sejak tanggal 30 Maret. Sedianya penutupan sampai tanggal 5 April. Namun karena suasana masih kurang bagus, penutupan 'Pawon Mboke' diperpanjang hingga tanggal 20 April. Itupun masih akan diperpanjang jika wabah Corona masih ada.

pawon mboke pekalonganpawon mboke pekalongan Foto: Robby Bernardi/DETIKCOM

Baca juga : Mudik Ke Pekalongan, Wajib Mampir Ke 5 Tempat Makan Ini!


Jaud Khaerudin (38), pemilik 'Pawon Mboke', pada detikcom, saat ditemui Senin (06/04/2020), mengatakan hal senada.

"Kita sudah tutup sementara sejak 30 Maret lalu. Ya karena kita mengurangi kerumunan. Ikuti himbauan pemerintah," kata Jaud yang memiliki 9 karyawan.
'Pawon Mboke' merupakan rumah makan dan restro yang kerap diburu para pecinta kuliner dengan bumbu rempah seperti ayam klumut.

Menurut Jaud, dengan penutupan resto 'Pawon Mboke', setidaknya bisa mengurangi kerumunan warga yang biasa ada di restro setempat. Diakuinya, biasanya di restro setempat yang dibuka setiap hari dari pukul 09.00 wib hingga pukul 21.00 wib, kerap menjadi tempat tongkrongan para pelanggannya.

"Biasanya yang datang dalam sehari 200 an pengunjung. Kadang banyak online. Karena ada wabah, kita tutup," terangnya. Pesanan online, per hari bisa mencapai 150 menu terkirim ke para pelangganya, melalui ojek online (ojol).

pawon mboke pekalonganpawon mboke pekalongan Foto: Robby Bernardi/DETIKCOM


Penutupan rumah makan dalam waktu cukup lama tentu mendatangkan kerugian. Pemilik 'Pawon Mboke', tidak memungkiri adanya kerugian. Namun demi memutus mata rantai penyebaran virus, pihaknya rela tutup sementara.

"Kerugian ya ada. Perbulan ada 20 (juta). Tapi ijinkan untuk memutus mata rantai wabah Corona juga. Gak papa. Karyawan kita beri intensif juga," jelasnya.

pawon mboke pekalonganpawon mboke pekalongan Foto: Robby Bernardi/DETIKCOM


Baca juga : 5 Sarapan Sedap Khas Pekalongan yang Enaknya Bikin Nagih

Jaud berharap, agar pandemi Corona bisa hilang sebelum bulan puasa, agar aktivitas kembali normal.

"Harapan kita ya segera teratasi, sebelum bulan puasa. Agar aktivitas kembali normal. Karena itulah kita harus mengurangi jumlah kerumunan dengan cara kita menutup restro," katanya.



Simak Video "Kangen dengan Pecel Sayur di Pasar Baru?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)