Nasib Usaha Kuliner Saat Ruas-ruas Jalan di Semarang Ditutup

Angling Adhitya Purbaya - detikFood Sabtu, 04 Apr 2020 09:30 WIB
Usaha kuliner di Semarang saat jalan ditutup Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang -

Lima ruas jalan protokol di Kota Semarang ditutup tiap pekan untuk batasi kegiatan warga di masa pandemi corona. Ini kondisi usaha kuliner di sana.

Dari pantauan detikcom, deretan warung kuliner di sekitar lapangan Pancasila Semarang yang biasa buka mulai pukul 15.00 WIB sepi dan hanya 1 warung saja yang buka.

Untuk restoran di Jalan Pandanaran, beberapa masih buka, begitu pula toko oleh-oleh di sana. Namun gerobak pedagang kaki lima di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran hanya 2 yang buka sore tadi yaitu penjual Lunpia dan Wingko Babat.

Usaha kuliner di Semarang saat jalan ditutupUsaha kuliner di Semarang saat jalan ditutup Foto: Angling Adhitya Purbaya

Salah satu restoran yaitu Khoja di Jalan Pandanaran tetap buka seperti biasa. Pemiliknya, Achmad Mirza (50) mengaku omsetnya memang turun karena pelanggan yang datang makin sedikit.

"Dari sisi omset jelas turun. Saya melihat ini sebagai pasang surut, tapi bagaimana agar tidak berhenti dari bisnis ini, agar tetap jalan, kasihan ada karyawan," kata Mirza.

Sebagai pemilik restoran, ia lebih menguatkan promosi layanan pesan antar atau delivery. Mirza yang menyediakan menu masakan ala India dan Timur Tengah itu juga melayani froozen food sehingga bisa diantar dan dihidangkan sendiri oleh pelanggan dalam kondisi hangat.

"Ya kami antisipasi dengan delivery," ujarnya.

Usaha kuliner di Semarang saat jalan ditutupUsaha kuliner di Semarang saat jalan ditutup Foto: Angling Adhitya Purbaya

Meski demikian Mirza tidak menolak degan kebijakan pemerintah terkait social distancing bahkan hingga penutupan jalan. Menurutnya hal itu memang penting agar pandemi corona cepat berlalu.

"Ya mau tidak mau harus jalani agar cepat normal, harus mau berkorban," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Nugroho (55) pemilik satu-satunya warung yang buka di deretan warung sekitar Simpang Lima Semarang. Ia memaklumi aturan pemerintah terkait penanganan corona

"Memang memaklumi, lha gimana lagi, aturan pemerintah. Lihat di televisi juga sudah banyak yang meninggal karena corona," kata Nugroho.

Warung Dokh Cafe milik Nugroho itu memang tidak buka seperti biasa, hanya beberapa jam. Ia tetap buka karena cuma warung itu sumber kehidupan dirinya untuk menghidupi 4 anaknya.

Usaha kuliner di Semarang saat jalan ditutupUsaha kuliner di Semarang saat jalan ditutup Foto: Angling Adhitya Purbaya

"Mulai drop penghasilan itu Maret pas anak-anak sekolah mulai diliburkan karena sejak itu jarang orang keluar malam, padahal langganan biasanya datang malam. Ya kita memaklumi," tandas pria yang sudah berdagang sejak 23 tahun lalu itu.

"Semoga cepat berlalu," imbuhnya.

Sementara itu di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, salah satu pedagang kaki lima penjual Lunpia, Feri juga membatasi jam jualan mereka yaitu hingga pukul 17.00 WIB.

"Ya ini jam 17.00 tutup, toko (toko oleh-oleh) juga tutup jam 17.00. Besok tidak tahu, kan besok ditutup 2 hari jalannya," ujar Feri.

Usaha kuliner di Semarang saat jalan ditutupUsaha kuliner di Semarang saat jalan ditutup Foto: Angling Adhitya Purbaya

Untuk diketahui 5 ruas jalan protokol di Kota Semarang ditutup mulai pukul 18.00 sampai 06.00. Kemudian diputuskan untuk hari Sabtu dan Minggu, penutupan jalan dilakukan 24 jam. Lima ruas jalan tersebut adalah:

1. Jl. Pandanaran, mulai Tugu Muda sampai Simpang Lima
2. Jl. Pemuda, mulai Paragon Mall sampai Tugu Muda
3. Jl. Gajah Mada, mulai Simpang Lima sampai Simpang Gendingan
4. Jl. Pahlawan, mulai Air Mancur sampai Simpang Lima
5. Jl. A. Yani, mulai Simpang RRI sampai Simpang Lima.



Simak Video "Sedapnya Nasi Glewo Khas Semarang yang Sudah Jarang Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)