Ratu Maxima dan Raja Williem Cicipi Cokelat Flores dan Jawa

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Selasa, 10 Mar 2020 17:37 WIB
Raja Williem dan Ratu Maxima Cicipi Cokelat Indonesia Foto: detikcom
Jakarta -

Beberapa jam setelah mendarat di Jakarta Raja dan Ratu Belanda singgah ke Pipiltin Cocoa. Merekapun mencicipi cokelat Jawa, Bali dan Flores.

Hari ini Raja Belanda Williem - Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda memulai kunjungan ke Indonesia. Usai diterima Presiden Joko Widodo di Istana Bogor mereka berziarah ke Pemakaman Menteng Pulo. Sore hari pukul 14.30 mereka singgah ke Pipiltin Cocoa yang berlokasi di Jl. Barito II. Kedatangannya disambut oleh Tissa Aunilla dan Irvan Helmi selaku co-founder Pipiltin Cocoa.

Perusahaan cokelat asli Indonesia ini fokus mengolah biji-biji cokelat unggulan Indonesia dari biji hingga menjadi produk-produk cokelat single origin. Ada 5 jenis cokelat asli Indonesia yang sudah dikembangkan, cokelat Tabanan Bali, cokelat Tanazozo Flores, cokelat Glennmore Banyuwangi, cokelat Pidie Jaya Aceh dan cokelat Rasinki Papua Barat.

Disebutkan oleh Tissa Aunilla, co-founder Pipiltin Cocoa, Raja Williem dan Ratu Maxima tertarik mengunjungi Pipiltin Cocoa karena usaha cokelat ini berbasis pada pemberdayaan petani lokal dan melibatkan banyak tenaga kerja wanita.

Raja Wiliem dan Ratu Maxima mendengarkan penjelasan tentang cokelat Indonesia. Foto: detikcom



Tiba di Pipiltin Raja Williem dan Ratu Maxima melihat langsung area pengolahan biji cokelat menjadi chocolate bar. Kemudian berlanjut ke area produksi pengolahan cokelat menjadi kue, pastry, praline dan aneka dessert.

Raja Willem dan Ratu Maxima mendapat penjelasan mengenai karakteristik cokelat asli Indonesia. Termasuk penjelasan masing-masing single origin yang dikembangkan oleh Pipiltin. Merekapun mencicipi beberapa jenis cokelat single origin yang disajikan.

Raja dan Ratu Belanda menyimak penjelasan Irvan Helmi tentang cokelat Flores. Foto: detikcom



Pertama Ratu Maxima mencicipi cokelat tanazozo dari Flores kemudian dilanjutkan dengan cokelat Glennmore dari Jawa Timur. 'Saya suka cokelat ini, enak,' komentar sang Ratu. Perbincangan soal cokelat dilanjutkan bersama petani cokelat Tabanan, Ni Wayan Ade Susani dan I Gede Oka Harta Adinata yang datang dari Bali. Juga pemakai cokelat Indonesia, chef Ragil Imam Wibowo.

Secara khusus Raja Williem- Alexander menanyakan bagaiman petani melakukan fermentasi biji cokelat hingga menentukan harga jual cokelat. 'Kami melakukan penanaman hingga fermentasi sebaik mungkin setelah ada hasilnya barulah kami menentukan harga.' jelas I Gede Oka Harta Adinata.

Dengan penuh antusias Raja Williem juga menanyakan pada chef Ragil bagaimana cokelat Indonesia diolah, disajikan dan diterima oleh tamu-tamu restoran.

'Tidak ada masalah sama sekali karena cokelat Pipiltin siap olah dan mudah sekali dibuat berbagai varian. Banyak tamu justru tak menduga yang dinikmati adalah cokelat autentik Indonesia,' ungkap Chef Ragil yang memiliki beberapa restoran, di antaranya Nusa Gastronomy. Restoran fine dining dengan sajian seluruhnya autentik Indonesia.

Raja dan Ratu berdiskusi dengan petani cokelat Tabanan dan chef Ragil. Foto: detikcom



Hot Chocolate racikan Pipiltin dinikmati Raja Williem-Alexander dan Ratu Maxima. Perbincanganpun berlangsung akrab dan hangat. Meskipun tak sampai satu jam tetapi kunjungan singkat ini memberi dorongan positif untuk Pipiltin Cocoa dan cokelat Indonesia.

'Hari ini merupakan hari besar buat kami. Raja dan Ratu Belanda berkenan mampir dan mencicipi cokelat asli Indonesia. Semoga makin banyak perhatian dan perkembangan untuk cokelat Indonesia,' ungkap Tissa Aunilla.

Raja Williem dan Ratu Maxima akan berada di Indonesia tanggal 10 Maret - 13 Maret. Dalam kunjungan kali ini mereka akan singgah ke Yogyakarta, Kalimantan, Sumatera Utara. Di tempat-tempat tersebut mereka akan melihat objek wisata unggulan Indonesia dan berdialog dengan mahasiswa.



Simak Video "Masak Masak: Tips Bikin Cireng Kuah Rumahan"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)