Bisa Jajan Enak di Pecinan Street Food, Kawasan Kuliner Terbaru di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikFood Minggu, 02 Feb 2020 08:30 WIB
Pecinan Street Food, Wisata Kuliner Tionghoa Ala Banyuwangi Foto: Ardian Fanani /detikcom
Banyuwangi -

Dalam peringatan Imlek, diperkenalkan Pecinan Street Food. Sebuah kawasan kuliner baru yang menjajakan beragam masakan khas China serba lezat.

Area wisata kuliner ini diresmikan langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat malam (31/1/2020). Ribuan orang turut menghadiri pembukaan kawasan jajanan Tionghoa yang pertama di Bumi Blambangan. Sejak sore, ratusan pengunjung memadati area. Mereka semua penasaran dengan beragam kuliner yang bakal disajikan di kawasan tersebut.

Pecinan Street Food ini digelar di sepanjang jalan ikan Gurame di Kelurahan Karangrejo. Membentang sekitar 300 meter di area Kelenteng Hoo Tong Bio. Di sini, pengunjung bisa mencicipi kuliner sedap sambil menikmati suasana romantis yang kental nuansa China. Mulai dari musik, hiburan, hingga ornamen serba merah.

"Pecinan Street Food akan rutin digelar setiap Jumat malam di areal jalanan menuju Kelenteng Hoo Tong Bio. Khusus di festival Imlek ini, dibuka setiap hari hingga festival Imlek berakhir pada Minggu malam. Jadi warga Banyuwangi dan wisatawan yang ingin menikmati masakan khas Tionghoa tidak perlu repot. Langsung saja ke tempat ini. Dijamin puas," kata Bupati Anas kepada wartawan.

Ditambahkan Anas, sudah empat tahun terakhir ini Banyuwangi menggelar Festival Imlek. Ini sebagai upaya pemkab untuk terus memupuk kerukunan dalam keberagaman di Bumi Blambangan.

Bisa Jajan Enak di Pecinan Street Food, Kawasan Kuliner Terbaru di BanyuwangiFoto: Ardian Fanani /detikcom



Festival Imlek kali ini dipusatkan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio. Event yang masuk rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) 2020 digelar mulai tadi malam (31) sampai Minggu besok (2/2/2020).

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Festival Imlek merupakan wujud komitmen pemkab untuk mengangkat beragam tradisi dan kebudayaan yang tumbuh di Banyuwangi. Ini menunjukkan bahwa budaya Tionghoa juga merupakan bagian dari Banyuwangi.

"Festival ini adalah wujud komitmen kami untuk mengakomodasi semua tradisi dan budaya yang ada di masyarakat. Banyuwangi yang dihuni banyak etnis, agama, dan budaya bisa hidup rukun dan damai," kata Anas," ujarnya.

Bisa Jajan Enak di Pecinan Street Food, Kawasan Kuliner Terbaru di BanyuwangiFoto: Ardian Fanani /detikcom



Anas menuturkan, selain budaya Tionghoa, kesenian lokal Banyuwangi juga ditampilkan pada Festival Imlek tersebut. Seperti, barong Oseng dan lagu-lagu daerah yang bakal bersanding dengan musik khas Tionghoa.

"Ini pastinya menarik, bagaimana budaya Tionghoa akan berpadu dengan budaya Banyuwangi," imbuh Anas.

Koordinator Kelenteng Hoo Tong Bio Alexander Martin mengatakan, Festival Imlek bakal dimeriahkan banyak atraksi yang merefleksikan akulturasi budaya Tionghoa dan budaya lokal Banyuwangi.

Ada pertunjukan Wayang Potehi di depan kelenteng. Wayang Potehi adalah kesenian wayang klasik perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa. Selain itu, dilakukan peresmian sentra kuliner baru Pecinan Street Food, selain menjajakan makanan khas Tionghoa, juga dijual aneka makanan yang biasa dijajakan di kawasan tersebut.

Bisa Jajan Enak di Pecinan Street Food, Kawasan Kuliner Terbaru di BanyuwangiFoto: Ardian Fanani /detikcom



Meski ini adalah sentra kuliner Tionghoa, Alex memastikan bahwa semua menu yang dijajakan di kawasan ini halal. Pengunjung tidak perlu khawatir mencicipi kuliner di Pecinan Street Food.

"Masyarakat Banyuwangi sangat majemuk, ada banyak etnis dan agama. Namun, kami menyadari bahwa mayoritas adalah muslim. Sehingga kami dan seluruh pedagang sepakat hanya menyediakan masakan halal. Sehingga siapa saja bisa datang dan berwisata kuliner di sini tanpa ragu. Dijamin halal dan enak," tegas Alex.

Aneka jajanan juga ada, di antaranya kue keranjang, manisan, bakpao ayam, dan bakcang. Juga aneka minuman, seperti teh bunga krisan, kopi, dan masih banyak lainnya.

Sementara itu, pada Minggu (2/2), festival imlek akan ditutup dengan beragam pertunjukan seni kolaborasi. Di antaranya, atraksi leang leong dan tarian lampion. Juga kolaborasi barongsai, barong using, dan barong Bali.

"Juga ada penampilan Lalare Orchestra. Mereka akan membawakan sejumlah lagu daerah dan lagu Tionghoa yang diaransemen musik tradisional," pungkas Alex.



Simak Video "Pelasan Pindang, Pepes Merah Khas Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)