Suka Mie Ayam? Cari Tahu Perkembangannya Lewat Jelajah Foodies Ini

Angga Laraspati - detikFood Jumat, 24 Jan 2020 13:06 WIB
Foto: shutterstock
Jakarta -

Cuaca hujan biasanya membuat seseorang ingin memakan sesuatu yang hangat agar badan tidak kedinginan. Salah satu makanan yang bisa menjadi pilihan adalah mie ayam. Tapi tahukah kamu perkembangan mie ayam di Indonesia? Pada awalnya, makanan yang bernama bakmie ini dibawa oleh masyarakat China yang hijrah ke Indonesia. Bakmi sebenarnya memiliki arti mie dengan daging babi, tapi akhirnya setelah masuk ke Indonesia, itu semua berubah.

Sehingga muncul nama mie ayam, karena mengikuti kultur yang ada di Indonesia. Mulai saat itulah mie ayam sudah menjadi makanan yang dicari untuk sarapan, makan siang, dan juga untuk jadi makanan saat momen tertentu termasuk saat sedang hujan.

Salah satu mie ayam yang sudah lama berada di Indonesia adalah Bakmi Ayam Acang yang berada di Grogol. Bakmi Ayam Acang sudah berdiri sejak tahun 1969 dan memiliki mie yang dibuat sendiri oleh pemiliknya, Koh Acang.

"Awalnya ini gerobak dulu, pernah jalan, pernah juga diam di suatu tempat. Awalnya juga saya hanya menjual bakmi ayam saja, seiring berjalannya waktu karena ada saingan bisnis jadi membuat saya melakukan inovasi-inovasi," tutur Koh Acang dikutip dari channel YouTube resmi Grab Indonesia, Jumat (24/1/2020).

Foodies Ade Putri Paramadita mengatakan mie dari Bakmi Acang memiliki tekstur yang kenyal karena mienya dibuat sendiri, selain itu mereka juga bisa mengatur ketebalannya sendiri.

"Rasa mie ayam yang saya rasakan waktu kecil sekitar tahun 80an ya seperti ini. Mie ayam jaman dulu itu biasanya pake air abu, yang memberikan tekstur kenyal yang jadi sesuatu yang klasik banget, ini yang nggak ada pada mie jaman sekarang," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan mie ayam di Indonesia lebih inovatif salah satunya adalah Bakmi Ngelawan yang menawarkan bentuk baru dari mie ayam itu yang memiliki berbagai perkembangan. Nama Bakmi Ngelawan karena pemilik dari kuliner tersebut, Elta ingin mengajak masyarakat untuk makan bakmi enak tanpa harus pakai micin.

"Jadi kita berani melawan dari mie ayam yang lain begitu. Selain itu kita juga ngelawan bakmi yang lain dengan menggunakan tempat makan berupa panci dan juga mengganti pangsit dengan siomay. Ini karena siomay punya rasa yang manis-manis sedikit. Jadi ketika makan berbarengan dengan bakmi rasanya akan kaya," ujar Elta.

Elta pun mempunyai sebuah inovasi berupa bakmi yang bisa dibuat untuk dijadikan sebuah kue, produk tersebut adalah noodle cake yang merupakan inovasi dari Bakmi Ngelawan.

"Jadi produk ini diciptakan sebenarnya memang untuk antimainstream lagi, karena buat orang-orang yang sudah sering makan kue manis itu bisa jadi bosan. Jadi ketika mereka melihat, wah ada noodle cake itu bisa menjadi sesuatu yang baru," ucap Elta.

Elta pun mengaku bisnisnya yang selama ini berawal dari layanan offline terlebih dahulu, namun seiring berjalannya waktu dirinya mulai menjajaki layanan online yang ternyata lebih membantu bisnis Bakmi Ngelawan.

"Jadi dengan adanya aplikasi pengantar makanan seperti Grab itu sangat menolong sekali, dan itu akhirnya juga membuat produksi lebih efektif," ungkapnya.

Pada cuaca yang sedang hujan begini, kamu pun bisa memesan berbagai menu mie ayam termasuk Bakmi Ayam Acang, Bakmi Ngelawan, dan bakmi lainnya yang bisa kamu pesan melalui GrabFood.



Simak Video "Bikin Laper: Ragam Bakmi Pedas Berpenampilan Memesona"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)