Huahh! Ayam Bakar dan Pepes Bandeng Ini Pedasnya Nonjok Medok

Akfa Nasrulhak - detikFood Senin, 20 Jan 2020 13:08 WIB
Foto: Grab
Jakarta - Ayam bakar merupakan salah satu varian olahan makanan ayam yang digemari banyak orang karena kelezatannya. Tak heran jika banyak pengusaha yang bergelut dalam bisnis makanan satu ini, seperti yang dilakukan Edwin Sugiarto.

Sebagai generasi kedua pemilik Ayam Bakar Primarasa, Edwin konsisten menjaga kualitas makanan dengan memasak sendiri bumbu ayam bakarnya. Dengan percaya diri, ia menyebut hampir semua menu Primarasa merupakan menu favorit, yang pasti membuat pelanggan ingin balik lagi.

"Primarasa berdiri sejak tahun 1993. Dimulai oleh ayah dan ibu saya, mereka generasi pertama. Mereka semuanya yang start dari awal. Saya sendiri merupakan generasi kedua," ucap Edwin, seperti dikutip dari akun YouTube Grab Indonesia, Senin (20/1/2020).


Restoran Ayam Bakar Primarasa bermula dari usaha makanan di sebuah universitas swasta ternama di Surabaya pada 1993. Usaha makanan yang semula hanyalah sampingan, lantas berkembang menjadi catering service dan menjadi beberapa brand restoran favorit, khususnya bagi warga Surabaya.

Dijelaskan Edwin, untuk memasak ayam bakar tersebut, ayam harus direbus sekian jam untuk mendapatkan tingkat kematangan yang sempurna dan juga tingkat keempukan yang pas di lidah.

"Kita menggunakan arang asli, kualitas ekspor sehingga pembakarannya pun bagus, warnanya coklat nggak gosong. Dan juga baunya smokey, yang pasti bikin pengin balik lagi," jelasnya.

Dan yang paling nampol adalah menu sambal tradisional Primarasa, yang menurut Edwin merupakan sambal favorit para pelangganya. Bahkan, ia pun menjual sambal tersebut dalam bentuk botolan karena saking banyaknya permintaan.

"Ayam Bakar Primarasa itu enak, banyak makanan yang aku favorit banget sih. Yang paling favorit itu ayam bakarnya. Soalnya di sini ayam bakarnya enak banget, gurih terus kecapnya juga nggak kemanisan. Enak deh buat di lidah," ungkap slah satu costumer Ayam Bakar Primarasa, Kartika.

Selain ayam bakar, pepes bandeng juga ternyata merupakan menu andalan dari restoran ini. Pepes bandeng andalan ini datang tanpa duri dan tentunya dilengkapi dengan sambal racikan khas Ayam Bakar Primarasa. Selain kedua menu tersebut, pelanggan juga memiliki banyak pilihan seafood seperti cumi, udang, gurame, dan nila.

Huahh! Ayam Bakar dan Pepes Bandeng Ini Pedasnya Nonjok MedokFoto: Grab

"Primarasa, kesenanganku tuh yang pepes bandeng. Bandengnya, pedesnya pas. Jadi yang benar-benar nonjok medok gitu ya rasa pedasnya," ucap Costumer Ayam Bakar Primarasa, Frans.

"Terus dia tuh nggak pake duri, jadi tuh nggak repot gitu makannya, jadi enak," imbuhnya.


Ayam Bakar Primarasa tidak hanya bisa dicicipi di tempat namun juga melalui pemesanan online. Edwin mengandalkan GrabFood untuk lebih memudahkan pelanggan dan tentunya menjangkau lebih jauh lagi pelanggan yang tidak bisa berkunjung ke restorannya.

"Primarasa sangat berterima kasih, dengan adanya GrabFood peningkatan sales kami, sekitar 20%, cukup bagus untuk restoran seperti kami yang memang loyal fansnya sudah banyak," ujar Edwin.

"Semoga GrabFood lebih banyak kampanye unik lagi. Contohnya, kita habis partisipasi untuk GrabFood Signature. Kita membuat menu khusus hanya tersedia di GrabFood," pungkasnya.

Simak Video "Merasakan Jadi Kurir Antar Makanan Keliling Kota Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)