Bikin Ngiler, Cobain Martabak Berbumbu Italia dan Prancis

Akfa Nasrulhak - detikFood Senin, 13 Jan 2020 12:44 WIB
Foto: Grab
Jakarta - Martabak jadi menu andalan di saat santai atau ngobrol seru. Nah kalau kamu lagi traveling di Medan, ada rekomendasi martabak yang punya banyak rasa dan bikin ngiler, bernama Martabak Yurich.

"Martabak itu kan kue khas Indonesia ya. Jadi saya punya passion itu, bagaimana kue Indonesia ini bisa bersaing dengan kue-kue dari negara lain," ujar Owner Martabak Yurich, Hally Luis dikutip dari akun YouTube Grab Indonesia, Senin (13/1/2020).

Martabak Yurich ini terletak di Jalan Putri Merak Jingga, Nomor 8H, Kesawan, Medan Barat, Kota Medan. Di sini, tersedia menu spesial, Martabak Orchiz dan Martabak Durian Bakar.


"Jadi yang signature di Yurich itu ada Orchiz, itu isinya melted cheese, crunchy oreo, butter wisman. Cheese-nya itu dari 4 jenis keju dan kita juga ada durian bakar yang kita olah sendiri durian bakarnya dengan campuran bumbu Itali dan Perancis," jelas Hally.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Martabak Yurich ini bersumber dari bahan impor berkualitas. Adonan dan topping pun dibuat secara homemade dengan aturan takaran yang ketat untuk menghasilkan martabak berkualitas yang seragam.

"Keunikan Yurich itu adalah kita beda dari yang lain, dari sisi adonan, topping, kita semua banyak yang homemade. Dan bahan-bahan yang kita pakai adalah bahan-bahan impor berkualitas. Jadi itu yang membedakan kita dari yang lain," ucap Hally.

Hally pun menceritakan rutinitas setiap hari bersama karyawannya. Saat pagi hari, ia berada di pabrik untuk membuat semua bahan baku martabak. Karena bahan baku, dibuat tanpa pengawet, jadi ia olah setiap hari.

"Karyawan di sini biasanya jam pagi menyiapkan segalanya. Jam 10 pagi buka. Ya kurang lebih rutinitasnya seperti itu," jelasnya.

Selain itu, yang membuat Martabak Yurich unik dari yang lain, lanjut Hally, adalah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang cukup mendetail untuk menjaga kualitas martabak.

"Suhu masaknya itu wajib berapa, airnya itu kita tes PH-nya, takaran toppingnya juga kita timbang semuanya dan potongannya itu, semua SOP-nya kita ada. Jadi memastikan semua martabak itu yang diterima oleh pelanggan, kualitasnya sama," jelanya.

Meski begitu, Hally pun menceritakan kendalanya dalam membuka usaha martabak. Saat pertama buka bisnis martabak, ia sulit mengambil konsumen, terutama bagi mereka yang jauh dari toko.


"Kita berpikir awalnya kita mau buat delivery sendiri. tapi ribetnya adalah armada yang harus disiapkan berapa banyak," ucapnya.

Karenanya, Hally pun mengandalkan GrabFood, sebagai layanan pesan antar online dari Grab, Sehingga, ia bisa menjangkau konsumen yang jaraknya jauh dari tokonya. "Jadi dengan adanya Grab ini sangat membantu kita connecting dengan costumer," pungkasnya.

Simak Video "Icip-icip Martabak Kaki Lima Legendaris di Tebet"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)