Mengenal Plant-based Food, Makanan Pengganti Daging dari Nabati

Uji Sukma Medianti - detikFood Jumat, 06 Des 2019 15:35 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Belakangan ini, banyak orang yang sudah menyadari akan pentingnya pola hidup sehat. Entah hanya untuk ikut-ikutan tren atau karena bosan dengan olahan makanan berbahan dasar daging yang itu-itu saja.

Salah satu makanan sehat yang cukup populer adalah plant-based food. Makanan ini merupakan pengganti daging namun menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan atau nabati.

Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, plant-based food bukan hanya bicara tentang makanan yang berasal dari nabati pengganti daging. Tetapi juga menggunakan kedelai, kacang almond, sereal padi, dan lain-lain.


"Plant-based food juga menciptakan makanan yang selama ini dikenal berasal dari produk hewani dengan menggunakan 100% sumber nabati," tutur Head of Food Technology Indonesia Internasional Institute for Live Science i3L, Iwan Surjawan saat ditemui detikcom di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Makanan sehat pengganti protein hewani ini semakin digemari. Data dari Indonesia International Institute for Live Science
(i3L) menunjukkan, penjualan plant-based meat di retail Amerika Serikat mencapai US$ 565 miliar pada 2017.

"Kenaikan ini memperlihatkan adanya peningkatan sebesar 8% dari tahun sebelumnya," ungkapnya.

Iwan menerangkan penyebab naiknya permintaan terhadap plant-based food lantaran banyaknya konsumen yang mempunyai pola makan flexitarian, selain vegetarian dan vegan.

"Munculnya (flexitarian) ini yang melakukan diet semi vegetarian menjadi indikator utama," ujarnya.


Plant-based food ini selain menyangkut kesehatan dan gaya hidup, tetapi juga memiliki konsentrasi terhadap isu lingkungan.

Sebab, untuk mengonsumsi daging-dagingan butuh lahan yang luas sebagai ladang hewan. Untuk itulah plant-based menjadi solusi meski perlu banyak pengembangan di Indonesia.

Mengenal Plant-based Food, Makanan Pengganti Daging dari NabatiFoto: i3L


Indonesia International Institute for Live Science (i3L) secara khusus akan membahas mengenai teknologi pangan khususnya plant based food pada 10 Desember 2019 mendatang. Workshop ini bukan hanya membahas mengenai apa itu plant-based food, tetapi juga manfaatnya secara berkelanjutan.

Acara yang bertajuk 'Disruptive Technology in Food and Culinary: Plant-based Meat' ini juga tidak hanya menghadirkan akademisi dan praktisi saja, melainkan juga chef profesional yang akan menunjukkan bagaimana makanan olahan nabati bisa diubah menjadi daging-dagingan dengan cita rasa dan kandungan gizi yang nyaris sama. (ujm/ujm)