Batagor Kingsley dan Mie Kocok Dadeng Dalam 'Molecular Gastronomy'

Mukhlis Dinillah - detikFood Sabtu, 30 Nov 2019 18:00 WIB
Foto: Mukhlis Dinillah Foto: Mukhlis Dinillah
Jakarta - Bandung tersohor sebagai kota kuliner. Banyak kuliner di kota kembang yang melegenda karena memiliki cita rasa khas dan punya pelanggan setia dari masa ke masa.

Hal itu yang melatarbelakangi chef Andrian Ishak saat mendekonstruksi 17 hidangan legendaris khas Bandung ala molecular gastronomy di Gedung PGN, Jalan Braga, Jumat (29/11) malam.

Chef Andrian Ishak dikenal sebagai pelopor Molecular Gastronomy di Indonesia. Konsep yang ia kembangkan 15 tahun terakhir ini merupakan teknik yang memadukan antara memasak dan ilmu sains.

Batagor Kingsley dan Mie Kocok Dadeng Dalam 'Molecular Gastronomy'Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom


Mengusung tema 'discover the local legends' chef Andrian menghadirkan pengalaman multi-sensory dining dalam mengeksplorasi, menggali, dan mendekonstruksi 17 hidangan legendaris khas Kota Bandung.

Puluhan tamu undangan yang hadir disuguhi kreasi unik dalam sebuah hidangan. Tentunya dengan cita rasa khas dan estetika seni yang cukup menakjubkan.

Salah satu makanan yang dihidangkan pembuka yang disajikan yaitu Lotek Kalipah Apo. Sejak berdiri tahun 1953, lotek istimewa ini tidak pernah berubah rasanya hingga saat ini.

Uniknya, di tangan chef Andrian, lotek ini kreasikan dalam sebuah piring dengan bentuk disajikan berbentuk donat dengan balutan menyerupai jelly. Ketika lapisan luar jelly dibelah, sayur-sayuran bahan lotek bisa dinikmati lengkap dengan bumbu kacang yang lembut dan gurih.

Sajian khas lainnya yaitu Batagor Kingsley yang disulap dengan tampilan menyerupai kue pie. Tapi, ketika masuk ke mulut, rasa tahu, siomay begitu terasa dengan tak lupa bumbu kacang di bagian bawahnya.

Batagor Kingsley dan Mie Kocok Dadeng Dalam 'Molecular Gastronomy'Foto: Mukhlis Dinillah


Hidangan legendaris selanjutnya yaitu Mie Kocok Mang Dadeng. Mie ini tidak bisa dinikmati secara maksimal tanpa dikocok. Tamu yang hadir harus mengocok dan menyemprotkannya ke mangkok berisi kuah baru bisa dinikmati. Teksturnya lembut dan gurih karena mie nya berbahan dasar kikil.

Sebagai hidangan penutup, chef Andrian Ishak menyajikan menu Es Duren Kantin Sakinah X Es Alpukat Linggarjati. Instrumen musik metal dengan backsound gemuruh petir dan visual yang menampilkan derasnya hujan menemani penyajiannya.

Batagor Kingsley dan Mie Kocok Dadeng Dalam 'Molecular Gastronomy'Foto: Mukhlis Dinillah


Namun sebelum itu, yang paling unik, tamu undangan diajak untuk menggunakan jas hujan demi merasakan sensasi hujan yang sebenarnya. Efek hujan itu hadir lewat sebuah piring hidangan penutup.

Selain itu, masih banyak menu-menu lain yang disajikan, seperti Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Sate Kambing Hadori, Surabi Oncom Enhaii, Bakmi Linggajati, Nasi Timbel Bawean, Cendo Elizabeth, Soes Merdeka dan lainnya. Penyajiannya turut ditemani visual dan audio yang dapat memberikan kesan tersendiri bagi para undangan.

Chef Andrian mengaku 'discover the local legends' ini merupakan mimpinya sejak lama yang akhirnya terwujud. Ia bangga bisa merealisasikan mimpinya itu dengan mengkreasikan kuliner khas Kota Bandung.

"Bandung merupakan tempat yang sangat istimewa di hati saya. Bukan hanya karena makanan- makanannya, tetapi juga saksi hidup saya dalam discover dan decide apa yang membuat hidup saya menjadi lebih terarah dan penuh semangat, dan passion saya itu ternyata molecular gastronomy," ungkapnya.

Batagor Kingsley dan Mie Kocok Dadeng Dalam 'Molecular Gastronomy'Foto: Mukhlis Dinillah


Ia ingin ratusan kreasi makanan khas nusantara yang sudah diciptakannya bisa diapresiasi dari segi seni dan budayanya. Artinya, suatu hari nanti makanan lokal yang legendaris bisa terus hidup di daerahnya masing-masing.

"Jadi goal nya itu, jadi orang harus tahu local legend itu harus dihormati," kata chef yang juga pemilik restoran Namaz Dining tersebut.

Ia berharap bisa mengaplikasikan konsep serupa di kota-kola lainnya selain Bandung nantinya. Terutama dalam mengembangkan restoran ala molecular gastronomy.

"Restoran saya sudah jalan 9 tahun, tentu kita punya market yang bagus. Saya juga surprise dengan Bandung," ujar Andrian.



Simak Video "Kalau ke Bandung, Jangan Lupa Coba Roti Gandum Legendaris Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/odi)