Cerita di Balik Lontong Balap Legendaris Khas Surabaya

Yakob Arfin Tyas Sasongko - detikFood Rabu, 13 Nov 2019 11:41 WIB
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta -

Surabaya memang salah satu surganya kuliner. Kota Pahlawan ini tak pernah kehabisan ragam jajanan yang wajib untuk dicoba. Umumnya yang paling banyak dicari di kota sejuta taman ini adalah kuliner tradisionalnya, seperti yang satu ini lontong balap. Asal kamu tahu nama lontong balap bukan berarti lontongnya lagi balapan lari ya, tapi di balik nama yang unik ini ada cerita sejarahnya.

Dulu ada banyak pedagang lontong balap berjualan tiap pagi. Ada yang sambil jalan kaki memikul dagangan sambil mengitari Kota Surabaya untuk merebut hati para pembeli. Tapi ada juga yang keluar naik sepeda untuk menjual lontong sambil kebut-kebutan.

Waktu itu namanya belum populer dengan sebutan lontong balap. Sejarahnya para pedagang lontong berkaldu bening ini banyak berjualan di kebun binatang.

Mengingat pada saat itu banyak yang berdagang sambil berjalan kaki dengan cepat satu dengan yang lain seperti orang lagi balapan, sejak saat itulah sampai sekarang masyarakat Surabaya menyebut penganan berkuah ini dengan sebutan lontong balap.

Jika mampir ke Surabaya, ada satu kedai lontong balap legendaris yang wajib dicoba. Namanya lontong balap Rajawali. Tempat ini tak pernah sepi, apalagi waktu siang hari di jam makan siang.

Banyak yang berhenti sejenak untuk menikmati makan siang di sini. Terletak di Jalan Rajawali atau gampangnya dekat dengan Jembatan Merah Surabaya nan legendaris dan ikonik. Menariknya, Lontong Balap Rajawali ini sudah buka lebih dari setengah abad sejak 1956 dan tetap eksis sampai sekarang.

Kedai Lontong Balap Rajawali ini tempatnya kecil mungil berada di pojok jalan. Menariknya di bangunan kedai lontong balap ini ada tulisan angka tahun 1956, sehingga memudahkan para pemburu kuliner untuk menemukannya.

Seporsi lontong balap di sini dijamin bikin kenyang, bahkan selalu menggoda untuk nambah seporsi lagi. Dalam satu piring lontong balap berisi lontong, tahu, tauge, bawang merah, petis, kecap dan lentho.

Penikmat lontong balap di kedai ini juga bisa nambah sate kerang dengan sambal petisnya yang bikin nagih. Rasa pedas bercampur menjadi satu apabila dimakan bareng dengan Lontong Balap.

Jika kamu lagi dinas atau berwisata ke Surabaya, selain makan langsung ke kedainya, kamu juga bisa menikmati seporsi Lontong Balap dan sate kerangnya yang lezat dengan memesan melalui GrabFood di aplikasi Grab. Dengan fitur GrabFood, kamu tetap bisa jelajah kuliner Surabaya dan mitra Grab siap mengantar Lontong Balap legendaris itu ke alamat tujuan kamu.





Simak Video "Resep Lontong Balap Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)