Mie Gerobak Enak

Cerita Paguyuban Tunggalrasa, Himpunan Pedagang Mie Ayam dengan 1.500 Anggota

Riska Fitria - detikFood Sabtu, 09 Nov 2019 14:00 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
FOKUS BERITA Mie Gerobak Enak
Jakarta - Penjual mie ayam gerobakan bisa dibilang sangat banyak. Di Jakarta sendiri terdapat sekitar 1.500 lebih pedagang mie ayam yang tergabung dalam paguyuban.

Sesuai namanya, mie ayam merupakan hidangan berupa mie dengan potongan daging ayam. Selain itu juga dilengkapi dengan isian lainnya, seperti pangsit rebus, pangsit goreng, bakso dan kuah kaldu.

Mie ayam banyak dijadikan sebagai makanan favorit orang Indonesia. Kecintaan orang-orang terhadap mie ayam, membuat makanan tersebut telah menjadi gaya hidup. Hal itu terbukti dari menjamurnya warung mie ayam gerobakan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Jakarta.
Cerita Paguyuban Tunggalrasa, Himpunan Pedagang Mie Ayam dengan 1.500 AnggotaFoto: Istimewa

Saking banyaknya pedagang mie ayam, maka dibuatlah sebuah paguyuban yang menaungi para penjual mie ayam. Paguyuban tersebut dikenal dengan sebutan Paguyuban Tunggalrasa. Khusus untuk di Jakarta, Paguyuban Tunggalrasa diketuai oleh Pandiono.

"Paguyuban Tunggalrasa sendiri sudah generasi kedua. Pertama berdiri itu sekitar tahun 90-an. Dulu ketua pertama kali adalah orang tua saya sendiri, alm Sakidjan dan alm Kaji Wakidi. Beliaulah yang merintis paguyuban Tunggalrasa pertama kali," tutur Pandiono kepada detikFood (07/11).

Lebih lanjut, Pandiono juga menceritakan bahwa Paguyuban Tunggalrasa di Jakarta sudah memiliki anggota lebih dari 1.500 pedagang mie ayam. Tidak ada syarat khusus untuk bisa bergabung dalam paguyuban tersebut.

"Yang penting dia pedagang mie ayam, maka semuanya boleh bergabung dan kita rangkul,"
Cerita Paguyuban Tunggalrasa, Himpunan Pedagang Mie Ayam dengan 1.500 AnggotaFoto: Istimewa

Baca Juga : Dari China, Mie Ayam Gerobakan Jadi Santapan Rakyat

Tak hanya sebuah himpunan, paguyuban Tunggalrasa juga kerap memiliki berbagai aktivitas untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama pedagang mie ayam. Itu dilakukan dengan mengadakan pertemuan setiap sebulan sekali dengan agenda arisan.

"Arisan mungkin hanya sebuah nama agenda ya, tapi di samping itu yang terpenting adalah kita berkumpul untuk saling sharing dan diskusi,"

Terbentuknya Paguyuban mie ayam ini juga dijembatani oleh Bogasari yang turut membantu mulai dari pembiayaan dan pengurusan UKM untuk para pedagang mie ayam. Pandiono menuturkan bahwa belum lama ini, Bogasari membantu para pedagang mie ayam untuk mendapatkan sertifikasi halal.
Cerita Paguyuban Tunggalrasa, Himpunan Pedagang Mie Ayam dengan 1.500 AnggotaFoto: Istimewa

Menariknya lagi, Paguyuban mie ayam Tunggalrasa dengan kontribusi dari Bogasari juga pernah mengadakan sebuah festival mie ayam. Festival mie ayam tersebut diadakan pertama kali pada akhir 2018 lalu.

Dalam festival mie ayam yang diadakan oleh Paguyuban Tunggalrasa menawarkan mie ayam dalam aneka varian. Seperti mie ayam hot plate, mie aneka topping, mie ayam sehat yang terbuat dari sayur dan lainnya. Namun, itu saja belum cukup. Pandiono mengatakan bahwa masih banyak impian yang ingin dilakukan bersama Paguyuban Tunggalrasa.

Baca Juga : Punya 5.000 Anggota di Jakarta, Ini Kisah Paguyuban Soto Lamongan

Simak Video "Ada Keju Sekeras Batu"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
FOKUS BERITA Mie Gerobak Enak