Gurih, Sayur Ares Khas Suku Sasak Lombok Wajib dari Pisang Kepok

Faidah Umu Sofuroh - detikFood Jumat, 18 Okt 2019 20:48 WIB
Foto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom Foto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom
Lombok Timur - Tak hanya terkenal dengan pesona alamnya, Lombok juga kaya akan kuliner yang menggugah selera. Salah satu makanan khas suku Sasak, yakni suku yang mendiami Pulau Lombok, yaitu sayur Ares.

Menurut Susanti, salah seorang penggerak PKK Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, sayur ares ini adalah makanan yang selalu ada di setiap acara hajatan. Sayur ini biasanya menjadi teman makan nasi orang Sasak asli.

"Biasanya kalau orang begawe itu jadi makanan khas di sini, di sini diwajibkan ada ares, itu jadi makanan khasnya orang Sasak," ucapnya kepada detikfood beberapa waktu yang lalu.

Saat mengunjungi Desa Seruni Mumbul, detikfood berkesempatan melihat langsung proses pembuatan sayur ares. Bahan utama sayur ares ini adalah batang pohon pisang kepok yang diambil bagian paling dalam.


"Harus pisang kepok, karena kalau batang pisang lain rasanya pahit, jadi harus pisang kepok biar enak," ujar Susanti.

Setelah itu, bagian ini diiris tipis-tipis, kemudian dicampur dengan garam dan air secukupnya untuk menghilangkan getah dari ares ini. Setelah itu, batang ares yang sudah diberi garam dan air kemudian diremas-remas hingga menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

"Setelah dicuci bersih, batang ares ini kemudian dimasukkan ke dalam air yang sebelumnya sudah dipanaskan hingga mendidih. Langkah selanjutnya yaitu tinggal memasukkan bumbu-bumbu dan diaduk hingga masak," terangnya.

Gurih, Sayur Ares Khas Suku Sasak Lombok Wajib dari Pisang KepokFoto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom

Bumbu-bumbu yang digunakan antara lain jahe, kemiri, laos, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan santan. Setelah ares terasa kenyal, baru bisa diangkat dari perapian dan siap dihidangkan.

Rasa sayur ares yang gurih, pedas manis sangat cocok dipadukan dengan santan kelapa. Jika bisa dibandingkan dengan makanan sejenis, rasa sayur ares ini mirip dengan rasa dari lontong sayur. Batang pisang atau ares ini terasa kenyal seperti labu siam yang ada di lontong sayur.


Desa Kembang Kuning merupakan salah satu desa yang masih melestarikan tradisi pembuatan sayur ares di tiap hajatan. Selain itu, ada juga makanan-makanan pendukung seperti sate tanjung yang terbuat dari daging ikan cakalang.

"Biasanya warga di sini kalau ada yang nikahan atau khitanan, gotong royong masak bersama-sama di rumah orang yang punya hajat. Itu sudah jadi tradisi turun menurun," pungkas Susanti.

Ikuti terus berita-berita tentang kabar desa dari desa-desa di seluruh Indonesia. Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.




Simak Video "Ini Sayur Ares, Makanan Khas Suku Sasak"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)