3 Chef Ternama Asal London Belajar Masak Rendang hingga Gado-gado

Akfa Nasrulhak - detikFood Minggu, 14 Jul 2019 19:20 WIB
Foto: Kemenpar Foto: Kemenpar
Jakarta -

Sebanyak 3 chef dari 3 restoran Asia ternama di London, Inggris, yaitu Sticky Mango, Shan Shui dan Rasa Sayang dibuat terpukau dengan masakan Indonesia dalam acara Restaurant Familirisation Trip dari Wonderful Indonesia di Bali, pada 10-18 Juli 2019.

Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kementerian Pariwisata Vita Datau mengatakan ada 5 masakan nasional Indonesia yang diperkenalkan kepada para chef internasional. Ada rendang, nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado.

"5 kuliner nasional ini adalah hal pertama yang dipelajari pada saat kunjungan. Dan kelima kuliner ini sangat memukau para peserta," tutur Vita, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019).


Vita menjelaskan, ilmu dari kelima masakan itu diberikan Chef Degan Septoadjie, salah satu Chef senior Indonesia. Ia memberikan kunci cara memasak 5 masakan nasional Indonesia di Padma Hotel Ubud, Kamis, (11/7/2019) lalu.

"Pengetahuan yang diberikan sangat lengkap. Tak hanya mengajarkan bagaimana cara memasaknya. Chef Degan juga memberikan pelatihan akan 5 bumbu dasar masakan Indonesia dan juga berbagai cerita serta filosofi di balik 5 masakan Nasional Indonesia," papar Vita.

Menurut Vita, para chef yang hadir sangat terpukau karena mereka tidak menyangka bahwa masakan Indonesia sedemikian hebatnya. Menurut mereka, kekuatan masakan Indonesia ada pada rasa yang sangat lezat. Dan semakin kuat karena olahan bumbu. Para chef ini mendapatkan cerita yang tidak pernah mereka dapatkan dari masakan negara-negara lainnya.

"Bahkan, para chef asal London menilai masakan Indonesia merupakan interpretasi dari seni meracik dan mengolah bumbu, yang tentunya tidak dimiliki di dunia barat. Mereka sangat yakin 5 masakan nasional Indonesia di restoran mereka, akan membuat trend baru yang luar biasa untuk kuliner di London, Inggris," terang Vita.

Vita menilai masakan Asia tengah naik daun di Eropa. Terutama, di kota multikultur seperti London Inggris. Alasannya, pasar Inggris sudah mulai jenuh dengan gaya masakan Eropa. Konsumen di Inggris sangat mencari masakan dengan gaya yang berbeda, dan citarasa yang kaya, seperti masakan Asia.

"Masakan Asia yang dikenal di Inggris adalah dari Jepang, China, Korea, Thailand, Vietnam dan Malaysia. Namun, para Chef peserta kegiatan ini yakin kuliner Indonesia bisa bersaing. Karena, memiliki citarasa yang luar biasa," paparnya. Mereka diajak merasakan street food dan restoran destinasi kuliner kenamaan di Bali.

Peserta juga mengeksplorasi pasar lokal, serta bertemu dengan berbagai tokoh kuliner legendaris di Bali. Mereka juga mengunjungi berbagai produsen makanan lokal dan tradisional, mengikuti kegiatan petani dan nelayan di Bali, hingga berkunjung ke berbagai desa. Tujuannya hanya satu, merasakan masakan khas Bali dari rumah masyarakat, sambil mencoba tradisi Megibung.

Di akhir kegiatan, mereka akan ditantang oleh Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata untuk kembali memasak dan menyajikan hidangan khas Indonesia berbekal ilmu yang telah mereka dapatkan selama perjalanan.

Apresiasi diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya, karena para chef internasional asal London itu juga diajak merasakan kuliner langsung dari masyarakat.

"Ide yang luar biasa. Karena, para chef bukan hanya mendapat ilmu dari sesama chef. Mereka juga diajak merasakan rasa otentik dari kuliner Indonesia. Caranya, langsung ke rumah masyarakat. Jadi para peserta pun tahu jika kuliner Indonesia itu memang nikmat di segala level," paparnya.

Arief berharap para peserta mendapat gambaran utuh mengenai kuliner Indonesia. Sehingga mereka bisa mengimplementasikannya dengan baik di negaranya nanti. Serta menyampaikan jika kuliner Indonesia sangat kaya akan rempah dan rasanya nikmat.

"Dampak program ini bukan saja ke pariwisata tetapi semakin banyak chef dunia yang mempromosikan kuliner kita di restorannya maka akan mendorong Trade and Investment melalui ekspor bumbu-bumbu dan produk lokal kita," kata Arief.





Simak Video "Unik! Ada Rendang dari Lidah Buaya Nih"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mul)