Manisan Jamkurma Dari Demak Ini Sudah Rambah Pasar Mancanegara

Wikha setiawan - detikFood Kamis, 11 Jul 2019 14:30 WIB
Foto: dok.detikFood/Wikha setiawan Foto: dok.detikFood/Wikha setiawan
Demak - Makanan olahan usaha rumahan ini merambah pasar rtoa. Dibuat dari belimbing dan jambu segar tanpa pemakaian bahan pengawet.

Ada yang menarik dari salah satu stand pameran dalam Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak. Manisan belimbing dan jambu rasa kurma dibuat tanpa bahan kimia.

Manisan yang diberi nama Jamkurma itu diolah dari tangan seorang ibu berusia 45 tahun. Dialah Muafiyah, warga Desa Jogoloyo RT 02 RW 06 Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Manisan Jamkurma Dari Demak Ini Sudah Rambah Pasar MancanegaraFoto: dok.detikFood/Wikha setiawan


Buah jambu dan belimbing yang menjadi khas Kabupaten Demak itu diolah dan sajikan secara berbeda. Karenanya bisa menjadi jajanan unggulam produk Kota Wali. Bahkan permintaan bukan hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, melainkan sampai ke Eropa. Seperti New Zealand.

"Saat ini pasaran sudah sampai ke New Zealand. Kalau di Indonesia Jawa Tengah, Jakarta, Sumatra dan beberapa daerah lainnya," ujar Muafiyah kepada detikcom, Kamis (11/7/2019)

Ia menceritakan, usaha tersebut merupakan warisan dari orang tuanya yang dimulai sejak 1996 lalu. Kemudian ia kembangkan hingga saat ini.

Manisan Jamkurma Dari Demak Ini Sudah Rambah Pasar MancanegaraFoto: dok.detikFood/Wikha setiawan

"Awalnya ini usaha dari ibu saya. Saya sangat ingin mengembangkan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan dinas terkait," paparnya.

Hasil pelatihan itu, ia terapkan untuk terus berinovasi. Mulai dari proses pemilihan bahan baku, pengolahan hingga kemasan dan pemasaran. Saat ini, manisan itu bukan hanya jambu, tapi juga belimbing, mangga, tomat, melon, nanas dan labu.

"Alhamdulillah karena unik dan sering ikut pameran, akhirnya dikenal dan permintaan dari beberapa daerah di Indonesia dan 2017 sampai di New Zealand," terang dia.

Ia memastikan, manisan produksinya layak untuk dikonsumsi. Sebab, diproduksi secara higienis dan tanpa bahan kimia. Buah yang digunakan juga dipilih dengan kualitas unggul.

Manisan Jamkurma Dari Demak Ini Sudah Rambah Pasar MancanegaraFoto: dok.detikFood/Wikha setiawan

"Buahnya pilihan. Membuatnya harus dicuci berkali-kali, kemudian pakai garam supaya bakterinya hilang, dikupas dan dipotong, setelah itu dicuci lagi pakai air mengalir. Baru proses masak. Manisan ini juga bertahan sampai 8 bulan lebih, meski tanpa bahan kimia," tuturnya.

Namun demikian, ia mengaku ketersediaan bahan baku belimbing, khususnya, sangat terbatas. Padahal, Kabupaten Demak dikenal penghasil belimbing.

"Belimbing masih ada tapi tidak seperti dulu. Saya mengembangkan usaha ini karena pesan ibu, buatlah buah belimbing dengan bentuk yang berbeda, jangan hanya dinikmati dalam bentuk buah. Itulah kemudian saya berinovasi menjadi manisan buah khas Demak dengan rasa kurma," ungkapnya.

Manisan produksinya dijual dengan harga Rp 10 ribu untuk 100 gram dan Rp 35 ribu untuk 250 gram.

"Harga itu sudah sesuai dengan bahan baku dan proses pembuatannya," terangnya.

Sementara, Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Abi Kusnianto menuturkan bahwa TMMD kali ini bukan hanya untuk pembangunan fisik infrastruktur, melainkan juga mengangkat perekonomian masyarakat.

"Untuk itu kami memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat," tandasnya.

(dwa/odi)